Demi Untung Rp 50 Ribu, Pria Paruh Baya di Teluk Sampit Surabaya Bisnis Sabu dan Ekstasi

Tergoda untung hingga RP 100ribu, Irawan (58) nekat berbisnis narkoba. pria asal Jalan Teluk Sampit Surabaya itu pun berurusan dengan Polisi

Demi Untung Rp 50 Ribu, Pria Paruh Baya di Teluk Sampit Surabaya Bisnis Sabu dan Ekstasi
SURYA/ERWIN WICAKSONO
ilustrasi sabu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tergoda untung hingga RP 100ribu, Irawan (58) nekat berbisnis narkoba.

Akibatnya, pria asal Jalan Teluk Sampit Surabaya itu pun berurusan dengan Polrestabes Surabaya.

Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyu memamerkan Irawan ke awak media pada Rabu (13/2/3019)

Irawan yang mengaku sebagai buruh serabutan itu mengaku, hasil yang diperoleh dari bisnis barang haram itu tak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

(Narkoba Bisa Timbulkan Gangguan Jiwa, BNN: 4 Hormon Emosi Otak Bisa Tak Berfungsi)

(Calon Mertua dan Calon Menantu dari Mojokerto Ini Nekad Simpan Sabu, Ditangkap Polisi di Rumah Kos)

"Uangnya dipakai lagi buat beli (sabu-sabu) mas," akunya dengan nada lirih.

Kompol Yusuf Wahyu menerangkan, Irawan merupakan satu anggota komplotan Ones Siforus (32), warga Jalan Teluk Libung Surabaya yang sebelumnya sudah ditangkap.

Ada sejumlah barang bukti yang disita saat menggeledah rumah Irawan pada Minggu (27/1/2019) lalu di Jalan Teluk Sampit  Pabean Cantian Surabaya.

Barang bukti itu meliputi, lima poket sabu dengan berat 148.24 gram, satu poket plastik berisi 15 butir pil warna hijau logo Panda yang diduga extacy, satu poket lain berisi lima butir pil dan satu poket lagi berisi 2 butir pil yang sama.

Kepada personel Wahyu, Irawan mengaku memperoleh sabu dengan cara membeli kepada seseorang berinisal TN. TN kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

(Miliki Sabu-sabu, Perempuan Bojonegoro Ditangkap Bersama Tiga Pria)

(Tongkat Kepemimpinan Jawa Timur Berpindah ke Khofifah-Emil, HMI Jatim Punya Beberapa Pesan)

Menurutnya, sistem yang digunakan Irawan dengan cara ranjau di sekitaran Royal Plaza Surabaya.

"Yang pakai sistem ranjau, sekitar 150 gram dengan harga per satu gram Rp 900 ribu," ujar Yusuf kepada awak media, Rabu (13/2/2019).

Yusuf menambahkan, total barang bukti sabu-sabu yang ditemukan senilai Rp 135 juta.

Menurut Kompol Yusuf, pelaku bernama Ones berperan mengambil ranjauan itu.

"Dijanjikan uang Rp 50 ribu untuk mengambil barangnya," tutupnya.

(Pemakai Sabu dan Miras, Tiga Pelaku dari Surabaya dan Tuban Ini Ditangkap Terpisah di Rumahnya)

(Iming-iming Kerja di Kapal Pesiar, Kakek dari Surabaya Ini Tipu 4 Pengangguran, Didakwa Pencurian)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved