Pemkab Lamongan Pacu Pertumbuhan IKM, Setiap Desa Dirikan WarLA

Warung LA atau yang biasa disebut warLA menjadi salah satu diantara sekian banyak terobosan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan

Pemkab Lamongan Pacu Pertumbuhan IKM, Setiap Desa Dirikan WarLA
Instagram/showimah
Soimah makan rame-rame bareng sederet selebriti di warung pinggir jalan 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Warung LA atau yang biasa disebut warLA menjadi salah satu diantara sekian banyak terobosan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta mendukung perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Ide pendirian WarLA untuk setiap desa itu?

Pertama kali muncul setelah Bupati Lamongan, Fadeli memutuskan untuk tidak lagi memberikan izin baru untuk toko-toko retail modern, seperti Alfa Mart dan Indomaret atau sejenisnya.

"Sekitar 2018 awal, perizinan untuk toko modern itu diberhentikan, " kata M. Zamroni, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Tribunjatim.com, Rabu (13/2/2019).

Kemudian berfikir harus ada pendorong pertumbuhan ekonomi untuk setiap desa itu.
Baru setelah terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kata Zamroni, Ide untuk membentuk warLA tersebut muncul.

Jadi, Bumdes itu bisa berbentuk warLA. Tinggal bagaimana desa sekarang menangkap itu, dan desa yang siap menangkap pasti akan mendirikan warLA.

Kecelakaan Truk di Tol Sidoarjo, Berakibat Macet di Beberapa Titik di Sidoarjo

Jalan Panjang Khofifah Jadi Gubernur Jawa Timur, Bukan Ambisi Melainkan Dorongan Para Kiai

Inilah Video Detik-detik Keranda Mayat warga Gresik Dihanyutkan ke Sungai

Untuk tahap awal, kata Zamroni, rencananya akan ada 10 unit warLA yang tersebar di sejumlah desa, diantaranya Desa Rancangkencono, Glagah dan Paciran.

Ini memang bukan pekerjaan ringan, karena butuh komitmen dari desa dengan kecamatan, dan harus dikelola profesional.

Meski disebut warung, namun warLA bukanlah tempat nongkrong seperti warung kopi, melainkan warung yang memperjual belikan bahan-bahan pokok layaknya warung klontong.

"Seperti warung klontong yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk bahan pokok dan sebagainya, mulai dari beras, gula, terigu dan lain sebagainya," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Zamroni menjelaskan, produk-produk yang dijual di warLA ini tidak hanya produk dari industri skala besar, tapi juga memberikan ruang untuk produk IKM Lamongan.

"Yang bisa kita penuhi dari produk IKM itu antara lain beras, telur, makanan, minuman dan lain sebagainya," ucapnya.

Untuk kebutuhan produk dari industri skala besar, nantinya warLA akan disuplai LA grosir (LAgro), dengan harga yang ada di masyarakat.

Bahkan harga di bawahnya, sehingga bisa dijadikan tempat kulakan toko-toko yang ada di sekitarnya.
Dengan demikian, warLA dan toko-toko yang berada di sekitar bisa menjadi mitra, sehingga tidak menimbulkan persaingan.

"Ini tidak akan mematikan, karena harganya juga sama. WarLA akan mendapatkan keuntungan prosentase penjualan, warLA ini nanti sistemnya bagi hasil dengan LAgro.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved