Ikatan Pesantren Indonesia Jadi Rebutan Dukungan Capres, Hasilnya. . .

Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) nyaris terbelah saat organisasi ribuan pesantren ini menggelar Mukernas di Kota Surabaya, J

Ikatan Pesantren Indonesia Jadi Rebutan Dukungan Capres, Hasilnya. . .
Nuraini Faiq/surya
Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) gelar Mukernas di Kota Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) nyaris terbelah saat organisasi ribuan pesantren ini menggelar Mukernas di Kota Surabaya, Jumat (15/2/2019). Di antara pengurus DPW IPI di tingkat provinsi menghendaki dukungan salah satu pasangan calon Presiden.

Ada yang mendesak agar organisasi itu memutuskan sikap dan keputusan politiknya untuk pasangan Jokowi-Makruf. Ada pula yang menginginkan untuk mendukung Prabowo-Sandi. Wacana itu menguat di tengah-tengah Mukernas.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Sejak awal, organisasi ini netral. Kami tidak mendukung salah satu pasangan capres. Kami hanya akan mendukung Presiden yang sah. tegas Ketua Umum DPP IPI Zaini Ahmad, di Surabaya, Jumat (15/2/2019).

Ratusan pengurus DPC tingkat kabupaten, DPW Provinsi, dan DPP IPI menggelar Munas di Surabaya. Dalam Mukernas itu juga dibahas sikap politik IPI dalam Pilpres. Selain agenda lain termasuk memberi masukan kepada Pemerintah.

Utamanya memberi masukan untuk pengembangan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Lembaga pendidikan berbasis santri itu perlu mendapat dukungan penuh Pemerintah. Perlu ditumbuhkan ekonomi pesantren melalui koperasi dan usaha kecil berbasis santri.

Namun Zaini Ahmad yang akrab disapa Gus Zaini ini kaget karena peserta Mukernas dari sejumlah provinsi mewacanakan dukung mendukung salah satu pasangan calon.

Digoda Soimah, Ramzy dan Gilang Dirga, Iriana Jokowi Tak Kuasa Menahan Tawa: Lebay Semua

Sandiaga Uno Datang ke Rutan Medaeng Jenguk Ahmada Dhani

Kata Bupati Jember Faida : Babak Baru Perjuangan Warga Silo

"Ini organisasi bukan forum atau segerombolan. Kami tidak ingin berpolitik praktis. Kalau sekarang jadi rebutan capres, silakan sikap politik itu untuk individu. Bukan lembaga IPI," tandas pengasuh Ponpes di Pasuruan ini kepada Tribunjatim.com.

Karena ada yang memaksakan sikap politik mereka hingga mewacanakan Munaslub. Di antara yang memunculkan Munaslub adalah DPW Papua, Kalsel, Jabar dan Jambi.

Gus Zaini melihat sikap politik itu wajar karena ada di antara anggota IPI ada yang menjadi semacam tim sukses dalam Pilpres. Ketua Umum IPI ini tidak menyebutkan dari 32 DPW IPI dan 560 DPC IPI cenderung mendukung siapa dalam capres.

Apresiasi diberikan kepada pemerintah saat ini yang telah memberikan sejarah baru menetapkan Hari Santri Nasional. Presiden sah saat ini juga mau turun ke pondok-pondok Pesantren.

Dalam Mukernas IPI di Surabaya memutuskan mendukung penuh NKRI. Mennjunjung tinggi, membela dan menghormati simbol negara. Termasuk membela Presiden RI yang sah. Mengawal program Pemerintah yang berpihak pada keumatan. (Faiq/TribunJatim.com).

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved