AUNJ Klasik Orkestra ke Indonesia, Begini Antusiasme Mahasiswa Belajar Alat Musik Tradisional Jepang
Tak hanya menampilkan kemahiran bermusik, AUNJ Klasik Orkestra juga mengajak siswa mencoba memainkan alat musik tradisional Jepang.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak hanya menampilkan kemahiran bermusik, AUNJ Klasik Orkestra juga mengajak siswa mencoba memainkan alat musik tradisional Jepang.
Tiga musikus Ryohei Inoue, Kohei Inoue dan Ishigaki Seizan mengenalkan satu persatu kepada siswa-siswa bermain alat musik.
Terlihat antusias siswa maupun mahasiswa Sastra Jepang Untag unjuk diri mencoba memainkan seruling (Shinobue), seruling kayu (Shakuhachi), gendang berwarna biru (Taiko) dan Dawai (Shamisen).
• Dalam 100 Hari Kerja, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Dapat Dua Piagam MURI
• Tiga Anak Punk Dirazia Satpol PP Lamongan, Langsung Digunduli Saat Akan Didata Petugas
Keseruan belajar musik Jepang dirasakan Muhammad Rafli, mahasiswa Sastra Jepang Untag Surabaya ini ikut mencoba bermain musik Shamisen.
"Wah keren, tadi main Shamisen ini pertama kali dan ternyata saya bisa," kata Muhammad Rafli Kurniawan, Senin (4/3/2019).
Penampilannya tersebut sempat dipuji tiga musikus AUNJ Klasik Orkestra dengan tepuk tangan saat Rafli tampak lihai memainkan dawai Jepang itu.
"Saya juga ikut band, saya kira mirip dengan gitar. Belum pernah mempelajari, saya coba saja," katanya.
Tak hanya menonton pertunjukan orkestra saja, mereka juga diajari bermain Taiko dengan memukul cepat bernada seirama.
Memetik dawai atau Shamisen dan juga meniup seruling Shakuhachi.
• Inilah Diana Putri, Desainer Surabaya yang Karyanya Dikenakan Ariana Grande dalam MTV VMA 2018
• Tips Mudah Membuat Ecosystem Fish Bottle di Rumah Ala Edu Story Surabaya, Berikut Langkahnya!
"Letakan jari empat di depan dan tiga di belakang lubang, untuk meniup bibir harus terkatup dan udara ditiup lurus ke depan," ujar Ishigaki Seizan sembari mempraktekan meniup Shakuhachi di depan puluhan siswa dan mahasiswa.
Sementara gelak tawa terdengar dari siswa dan mahasiswa yang masih berusaha dan tampak kesulitan meniup Shakuhachi.
Antusias mereka terlihat saat tiga musikus AUNJ klasik orkestra perlahan-lahan mempraktekan dan mengarahkan permainan musik tersebut.
"Ini sulit tapi kalau terbiasa pasti bisa," pungkas Ishigaki Seizan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ishigaki-seizan-orkestra-jepang.jpg)