Bupati Jember Faida Sidak Lokasi Longsor

Bupati Jember Faida melihat dua lokasi titik longsor di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Senin (4/3/2019) sore.

Bupati Jember Faida Sidak Lokasi Longsor
sri wahyunik/surya
Bupati Jember Faida melakukan sidak ke Sungai Jompo Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates, Senin (18/2/2019) sore. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida melihat dua lokasi titik longsor di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Senin (4/3/2019) sore.

Kedua titik itu berada di pinggir sungai RT 3 RW 5 Perum Griya Mangli, Kelurahan Mangli, dan RT 4 RW 2 Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

"Kami menindaklanjuti laporan dari warga adanya longsor di sini. Ada dua titik yang dilihat yakni Mangli dan Sempusari," ujar Bupati Jember Faida kepada Tribunjatim.com.

Longsoran di Perum Griya Mangli terjadi dua kali di tahun 2018. Longsoran kecil pertama terjadi Januari 2018, yang kemudian disusul longsoran besar kedua terjadi Desember 2018. Awalnya jarak antara sungai dan rumah terakhir sekitar enam meter. Namun tanah di tepi sungai terus tergerus air dan longsor. Akibatnya jarak antara sungai dan permukiman warga semakin dekat.

"Sebenarnya sungai ini wilayahnya provinsi untuk perbaikan, namun karena emergensi maka akan kami tangani. Besok tim akan turun dan memasang bronjong serta melakukan normalisasi," lanjut Faida kepada Tribunjatim.com.

Pemasangan bronjong akan dilakukan di dua lokasi titik longsoran tersebut. Menurut Faida, langkah emergensi harus segera diambil karena longsoran tepi sungai itu sudah membahayakan permukiman warga di dekatnya.

Viral di Medsos, Remaja 16 Tahun Nikahi Pacarnya yang 14 Tahun, Tindakannya Bikin Ortu Tak Berkutik

Hotman Paris Sempat Hubungi Aisyahrani Sebelum Pernikahan Syahrini, Begini Jawaban Sang Adik

Faida menambahkan, Pemkab Jember akan memprioritaskan perbaikan kawasan atau bangunan yang rusak akibat bencana alam, seperti kawasan longsor berdampak pada rumah warga, rumah warga, juga sekolah rusak.

Ketua RT 3 Perum Griya Mangli Agus Suharsono menuturkan terjadi dua kali longsor di RT itu. "Dua kali longsor, awalnya Januari 2018 lalu ada longsoran kecil, kemudian longsor besar pada Desember 2018 lalu. Akhirnya secara swadaya kami coba tangani untuk mengantisipasi hal terburuk," ujarnya.

Dia menuturkan, warganya berharap segera ada penanangan atas longsor di dekat permukiman rumahnya tersebut. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved