Satu Keluarga di Kediri Diduga Mengidap TBC

Kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan pada satu keluarga penderita di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri

Satu Keluarga di Kediri Diduga Mengidap TBC
SURYA.CO.ID/HABIBUR ROHMAN
Mahasiswa melakukan praktik mendeteksi adanya bakteri Tuberculosis (TBC) di Laboratotium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Kampus Ubaya, Kamis (21/2/2019). Kegiatan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Ubaya ini sebagai upaya mengenali TBC dri dahak. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan pada satu keluarga penderita di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dalam satu keluarga ada 5 orang yang diduga telah terinfeksi penyakit TBC.

Informasi yang dihimpun tribunjatim Kamis (7/3/2019), penyakit TBC ini menimpa keluarga SR (47). Diduga penyakit ini telah menular kepada istri, dua anaknya serta satu keponakannya.

Penderita TBC ini diketahui bermula dari absennya DA (18) murid SMK swasta di Kota Kediri. Saat jadwal ujian sekolahnya DA tidak masuk sekolah karena sakit.

Biasanya DA selalu diantar jemput orangtuanya. Namun kali ini orangtuanya sakit dan dirawat inap di salah satu rumah sakit.

Guru sekolahnya kemudian melakukan pengecekan ke rumah siswanya. DA memang tidak masuk sekolah karena kondisi sakit sehingga pihak sekolah yang menjemput ke rumahnya untuk mengikuti ujian di ruang tersendiri.

Dari penjelasan DA diperoleh keterangan jika keluarganya telah menderita TBC. Penyakit ini diduga telah menular kepada keluarganya yang lain.

Istri Bule Daniel Mananta Hadiri Pernikahan Yuanita Christiani, Tersorot Penampilannya Bak Bangsawan

Chef Juna Salah Tingkah dengan Tingkah Genit Peserta MasterChef: Tapi Saya Tidak Suka Jawabannya

Atasi Banjir di Madiun, Pemprov Jatim Akan Buka Sudetan, Khofifah : Maka Itu Baru Bisa Sustain

Selama ini SR mendapatkan pengobatan medis di Puskesmas Baluwerti, Kota Kediri.

Sementara kondisi DA sendiri badannya semakin kurus dan terlihat lesu. Namun karena keterbatasan ekonomi sejauh ini penderita masih belum dirujuk untuk rawat inap ke rumah sakit.

DA sendiri berharap segera sembuh dari sakit yang juga menimpa keluarganya. Apalagi pekan depan masih harus mengikuti jadwal ujian lagi di sekolahnya. Siswi kelas 12 itu terlihat pasrah hanya dirawat di rumahnya.

Sementara guru tempat sekolah DA menjelaskan, pihak sekolah menjemput penderita di rumahnya karena absen tanpa pemberitahuan. Apalagi kondisi penderita sampai sekarang juga masih lemas.

Arif Witanto, pegiat Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim saat dikonfirmasi tribunjatim berharap, instansi terkait terutama Dinas Kesehatan segera turun tangan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah benar satu keluarga telah terinfeksi TBC.

"Temuan penyakit ini harus segera ditindaklanjuti supaya tidak semakin menyebar. Selain itu penderita segera dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Dari kunjungannya ke rumah penderita memang diperoleh penjelasan awal kalau keluarganya terkena TBC.
"Awalnya penderita berobat ke Puskesmas Ngasem kemudian pindah ke Puskesmas Baluwerti," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Terlebih perpindahan berobat pasien karena pemeriksaan sebelumnya pelayanannya yang kurang optimal. "Pelayanan bagi penderita TBC di puskesmas harus lebih ditingkatkan lagi. Mengingat penyakit yang diderita berpotensi menular," harapnya.(dim/TribunJatim.com).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved