Atasi Banjir di Madiun, Pemprov Jatim Akan Buka Sudetan, Khofifah : Maka Itu Baru Bisa Sustain

Terjadinya banjir di sejumlah wilayah di kabupaten Jawa Timur akibat luapan anak sungai Bengawan Solo bakal segera diantisipasi oleh Pemerintah Prov

Atasi Banjir di Madiun, Pemprov Jatim Akan Buka Sudetan, Khofifah : Maka Itu Baru Bisa Sustain
SURYA/RAHARDIAN BAGUS
Genangan air di jalur B KM 603+800 hingga KM 604+200 Tol Caruban-Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Terjadinya banjir di sejumlah wilayah di kabupaten Jawa Timur akibat luapan anak sungai Bengawan Solo bakal segera diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bakal membuat tiga sudetan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo agar bisa memecah aliran sungai.

Hal itu disampaikan Khofifah usai meninjau sejumlah titik di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (7/3/2019).

Mulai posko keselamatan, meninjau tanggul di sungai Jeroan dan juga mengunjungi Pondok Pesantren Wisma Wisnu.

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan forkopimda Kabupaten Madiun, BBWS Bengawan Solo dan juga pihak terkait.

"Ini kan bukan langsung dari luapan Bengawan Solo, tapi ada titik Bengawan Solo yang mengalir ke kali Bengawan Madiun, masuk ke Kali Jeroan," ucap Khofifah Indar Parawansa.

"Saya sudah diskusi dengan pakar air, di sepanjang aliran Bengawan Solo butuh lima sudetan. Ini baru terbangun dua sudetan. Maka kurang tiga, kita akan bangun," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Ratusan Rumah Warga di Tulungagung Diterjang Banjir Bandang

Hotman Paris Emosi Saat Dengar Pernyataan Vernita Syabilla Tidak Pansos dengan Richie Five Minutes

Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Kecamatan dan Puluhan Hektare Sawah di Lamongan Ini Terendam Banjir

Maka dari itu, menurutnya butuh ada penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka panjang itulah, Khofifah Indar Parawansa bakal membuat tiga titik sudetan baru di aliran Bengawan Solo.

Ia sudah menyampaikan pada tim di Pemprov Jatim untuk segera menyempurkan tata ruang wilayah di Jatim. Terutama untuk wilayah kabupaten mana yang bisa menyiapkan lahan untuk dibuatkan sudetan.

"Kalau dibuatkan sudetan, maka itu baru bisa sustain. Kalau kita kebutuhannya lima, dan sekarang baru dua, maka potensi meluapnya air ke sungai-sungai tentu bisa kita selesakman tuntas dengan jangka panjang," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Tidak hanya itu, Khofifah menyebut bahwa sejatinya banjir ini bisa dilakukan preventif. Sebab nyatanya jalannya air dari Sungai Bengawan Madiun turun ke Sungai Jeroan, itu bisa dihitung.

"Ternyata bisa dihitung enam jam air akan sampai ke Madiun, maka itu saya ingin ada early warning ke masyarakat. Yang bisa terkonfirmasi ke handphone masing-masing warga, bahwa ketinggian air senini, akan sampai Madiun berapa jam lahi, maka itu akan menciptakan kewaspadaan," tegasnya.

Pemprov sedang berupaya komunikasi dengan provider telepon seluler agar bisa mengakomodir kebutuhan early warning atau peringatan dini pada masyarakat.

Dalam kunjungan ke lokasi banjir, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan. Terutama untuk logistik makanan dan kebutuhan alat kesehatan. (Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved