Diduga Terbawa Arus Sungai, Pemulung di Bantur Ditemukan Tewas, Ada Luka Robek di Bagian Kepala

Seorang pria yang diketahui bernama Adi, warga RT 42 RW 09 Dusun Bantur Timur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ditemukan tak bernyawa.

Diduga Terbawa Arus Sungai, Pemulung di Bantur Ditemukan Tewas, Ada Luka Robek di Bagian Kepala
SURYA.CO.ID/ERWIN WICAKSONO
Penemuan mayat di sungai Kedung, Bantur, Jum'at (8/2/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang pria yang diketahui bernama Adi, warga RT 42 RW 09 Dusun Bantur Timur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ditemukan tak bernyawa di sungai Kedung, Jum'at (8/2/2019).

Pria yang diduga berusia sekitar 36 tahun itu, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir sungai.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Bantur, AKP Yatmo membenarkan perihal adanya penemuan mayat di wilayah hukumnya.

"Mayat korban ditemukan pagi radi sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi," terang AKP Yatmo.

Setelah pihaknya menggali  informasi dari masyarakat sekitar, Yatmo menerangkan, korban selama ini dikenal warga setempat mempunyai kelainan mental.

Korban sehari-sehari belerja sebagai pemulung barang bekas yang biasa berkeliling di desa tersebut.

Terpelanting Karena Tabrak Motor di Depannya, Siswi Asal Sidoarjo Ini Tewas Terlindas Mobil Box

"Berdasarkan keterangan medis, ditemukan luka robek di bagian jidat dan belakang kepala dengan panjang dan lebar sekitar 2 x 2 sentimeter. Selain itu juga ditemukan luka lecet di pelipis sebelah kanan, dahi, serta disekujur tubuh korban,” ungkap Yatmo.

Yatmo menegaskan, berdasarkan hasil olah TKP  diduga korban tewas lantaran terbawa arus sungai saat mandi di sekitar lokasi.

Apalagi keterangan medis berkata, jika luka yang dialami korban bukanlah luka bekas penganiayaan. Melainkan karena luka benturan.

“Di sungai tersebut (TKP) memang sering terjadi banjir kiriman secara tiba-tiba. Diduga kuat, setelah terbawa arus dan terkena benturan bebatuan, mengakibatkan korban memgalami luka disekujur tubuhnya dan berujung meninggal dunia,” tuturnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi karena menganggap kejadian ini sebagai musibah. Usai dilakukan visum luar jenazah korban langsung dibawa kerumah duka. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved