Piala Presiden

Melaju ke Babak 8 Besar, Dejan Antonic Akui Madura United Masih Kurang Dalam Penyelesaian Akhir

Melaju ke Babak 8 Besar, Dejan Antonic Akui Madura United Masih Kurang Dalam Penyelesaian Akhir.

Melaju ke Babak 8 Besar, Dejan Antonic Akui Madura United Masih Kurang Dalam Penyelesaian Akhir
SURYA/KHAIRUL AMIN
Pelatih Madura United, Dejan Antonic saat jumpa pers di Sleman, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SLEMAN - Madura United dipastikan lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2019 sebagai runner up terbaik, dengan koleksi tujuh poin.

Hasil dua kemenangan, menang 2-0 atas PSS Sleman (5/3/2019), menang 1-0 atas Borneo FC (15/3/2019) dan satu laga imbang 2-2 hadapi Pesija Jakarta (8/3/2019). 

Di luar catatan tersebut, dikatakan Pelatih Madura United, Dejan Antonic, timnya masih terdapat catatan minor sepanjang tiga laga, terutama di penyelesaian akhir. 

Pastikan ke Babak 8 Besar Piala Presiden, Madura United Resmi Kontrak 3 Pemain Berstatus Trial

Dejan Antonic Akui Skema Pergantian Pemain Berjalan Efektif di Laga Madura United Vs Borneo FC

“Menurut saya, dari tiga pertandingan lawan PSS, Persija, dan Borneo, banyak sekali kami dapat peluang, tapi gak masuk gol. Kami harus ganti yang ini, ini penting, karena tim yang masuk gol pertama, peluang lebih besar untuk menang,” usai laga hadapi Borneo FC, Jumat (15/3/2019). 

Terlebih, dikatakan pelatih 50 tahun itu, di lini depan terdapat banyak pemain dengan insting tinggi mencetak gol. 

Begini Kata David Laly usai Cetak Gol Kemenangan dan Bawa Madura United Melaju ke babak 8 Besar

“Harus gol lebih cepat, karena kami punya Rakic (Aleksandar Rakic), Beto (Alberto Goncalves), dan Zah (Zah Rahan), dan sekarang Laly (David Laly), itu pemain-pemain yang punya feeling bagus untuk cetak gol,” tambah pelatih 50 tahun tersebut. 

Sementara di sisi pertahanan, disampaikan Dejan, sudah cukup bagus, karena hanya kebobolan dua gol, saat bermain imbang 2-2 lawan Persija. 

“Dari tiga pertandingan kami cuma imbang sekali, cukup oke dari defender, tapi harus diperbaiki, kami harus fokus dan disiplin,” tambah mantan pelatih Borneo FC tersebut. 

Namun dikatakan Dejan, proses dari timnya sedang dalam tahapan positif, terutama bisa ciptakan banyak peluang. Tentang perubahan itu disampaikannya terus bertahap secara berlahan. 

“Menurut saya sebagai pelatih, kalau kami sudah bikin banyak kesempatan, iklim sudah positif dan oke. Mungkin menjadi masalah kalau kami tidak bikin kesempatan.

Step by step kami harus berubah. Kami hanya lihat positif, dan grup kami (Grup D) cukup berat sekali, karena empat tim semua punya kualitas di Indonesia,” tutup Dejan. 

Di luar itu, dari tiga laga tersebut, khusus untuk dua laga terakhir, timnya bermain dengan tidak kekuatan terbaik. Enam pamain absen karena bela timnas Indonesia, Fachruddin  Aryanto, Andik Vermansyah, Zulfiandi, Greg Nwokolo, Satria Tama dan Kadek Raditya Maheswara. 

Sementara satu pemain andalan lain juga absen dilaga terakhir kala hadapi Borneo FC (15/3/2019), Asep berlian karena akumulasi kartu kuning. 

“Semua bertahap, apalagi ada enam pemain hari ini absen karena bela timnas, ada Asep Berlain juga yang absen. Ini pre season, saya selalu bilang, saya pikir tidak ada satu tim pun yang siap di Piala Presiden,” tutup Dejan. 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved