Rumah Politik Jatim

Banyak yang Ragu Gaya Retorika KH Ma'ruf Amin pada Debat Cawapres, Ini Kata Pengamat Politik UINSA

Banyak yang Ragu Gaya Retorika KH Ma'ruf Amin pada Debat Cawapres, Ini Kata Pengamat Politik UINSA.

Banyak yang Ragu Gaya Retorika KH Ma'ruf Amin pada Debat Cawapres, Ini Kata Pengamat Politik UINSA
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Abdul Halim saat ditemui TribunJatim.com di ruang kerjanya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan A Yani 117 Surabaya, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah kekhawatiran mendadak muncul menjelang debat cawapres yang bakal berlangsung pukul 20.00 WIB, Minggu (17/3/2019).

Kekhawatiran yang muncul itu seputar kemampuan retorika yang dimiliki KH Maruf Amin.

Apakah KH Maruf Amin dalam debat cawapres nanti mampu mengimbangi retorika lawannya, yakni Sandiaga Uno?

Jadwal Debat Cawapres 2019 Selengkapnya, Saksikan di Link Live Streaming Trans 7 dan Trans TV!

Jelang Debat Cawapres 2019, Generasi Millennial Gresik Doakan Maruf Amin Unggul

Pasalnya, bila menilik debat pertama yang mempertemukan kedua capres dan cawapres Kamis (17/1/2019) silam.

Mantan Ketua Ansor Jakarta (1964–1966) itu terbilang irit bicara, dan kerap melimpahkan beberapa kali kesempatan berargumen kepada pasangannya Jokowi.

Namun bagi pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Halim, hal itu lumrah.

Debat Cawapres, Relawan SPS: Sandiaga Uno Akan Unggul dengan Cara yang Santun Sebagai Santri

Mengapa? Lanjut pria 56 tahun itu, karena KH Ma'ruf Amin merupakan figur kyai atau ulama yang cenderung memiliki intonasi suara yang datar dan tidak agitatif.

"Memang datar, kurang agitatif dan beberapa penekanan saat bicara juga kurang. Dan beliau juga bukan tipe orator," katanya saat ditemui TribunJatim.com di kantornya, Jumat (15/3/2019).

Di lain sisi, KH Ma'ruf Amin sebenarnya memiliki kecenderungan untuk selalu to the point dan lugas dalam melontarkan gagasannya.

Itulah sebabnya KH Ma'ruf Amin tak pernah banyak bicara ataupun berlebihan dalam membumbui kalimat yang dilontarkannya.

"Dan memang style-nya semacam itu kok," kata Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Kendati demikian, Halim yakin, masyarakat Indonesia dalam menyaksikan debat cawapres itu tidak hanya menilai kualitas retorika yang ditunjukan keduanya.

"Saya yakin masyarakat kita tidak cuma lihat itunya kok, mereka juga bakal melihat bobot argumentasi yang dilontarkan," tandasnya Direktur Institute For Nusantara Studies itu.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved