Pemuda Ini Ditembak Polisi, Hobi Mencuri Barang Jamaah Masjid dan Ponpes di Tulungagung

Polisi dari Satreskrim Polres Tulungagung menembak betis kanan Satria Bagus Maulana (20), pemuda asal Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupat

Pemuda Ini Ditembak Polisi, Hobi Mencuri Barang Jamaah Masjid dan Ponpes di Tulungagung
david yohanes/surya
Satria Bagus Maulana (20), spesialis pencuri barang jamaah masjid tak berdaya usai kaki kanannya ditembak, karena berusaha kabur saat akan ditangkap. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Polisi dari Satreskrim Polres Tulungagung menembak betis kanan Satria Bagus Maulana (20), pemuda asal Desa Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Satria adalah pencuri spesialis jamaah masjid yang sedang melakukan ibadah.

Lewat pencarian panjang, polisi menangkap pemuda tampan ini di wilayah Kediri, Selasa (19/3) malam.
Sebelumnya, Satria beraksi di sebuah pondok pesantren di wilayah Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.
Ia mencuri sebuah ponsel merk Oppo A37F dan sebuah laptop merk Asus milik Demy Dio Alex Sandrea warga Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel.

“Dari laporan pencurian itu, kami melakukan pelacakan. Ternyata pelaku ini berpindah-pindah tempat dengan kendaraan umum,” terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, Rabu (20/3).

Satria ditangkap di Jalan Hayam Wuruk Kediri. Ia berusaha kabur saat mengetahui polisi datang hendak menangkap. Petugas kemudian menembak betis kanannya, dan membuat Satria menyerah.

Hasil interogasi, Satria menyaru sebagai santri di pondok pesantren agar tidak dicurigai pada Rabu (13/3).
Saat itu ada dua orang santri tengah mengerjakan tugas. Karena lelah, mereka tidur sementara laptop dan ponsel diletakkan begitu saja.

“Korban sempat ikut aktivitas membaca alquran. Saat balik ke kamar pukul 06.00 WIB, laptop dan ponselnya sudah hilang,” ungkap Hendro.

Fakta-fakta Pengemis Bermobil di Bogor yang Sempat Viral, Tiap Hari Diantar-Jemput Pakai Sopir

Polresta Sidoarjo Pamer Tangkapan Narkoba

Anak Butuh Biaya Sekolah, Pria dari Sidoarjo Todong Sopir Truk Minta Uang Rp 200 Ribu di Surabaya

Polisi sempat kesulitan melacak Satria. Namun polisi mendapat informasi pencurian dengan modus yang sama di wilayah Kediri. Pencarian pun difokuskan di wilayah Kediri, hingga akhirnya pelaku bisa ditangkap.

Dari hasil pengembangan, Satria pernah mencuri barang milik jamaah di Masjid Jami Almunawar Tulungagung. Pencurian ini dilakukan akhir tahun 2017. Satria membawa kabur tas berisi laptop milik jamaah yang sedang salat.

“Ternyata pelaku ini memang mengincar barang-barang milik jamaah di masjid. Dia justru banyak beraksi di wilayah Kediri,” sambung Hendro.

Sekurangnya ada delapan TKP yang sudah diakui Satria. Selain dua yang di Tulungagung, Satria beraksi lima kali di Masjid An Nuur Pare, Kabupaten Kediri. Dia juga pernah sekali mencuri barang milik jamaah di masjid Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Semua barang hasil curian dijual untuk kepentingan pribadi. Dalam aksi terakhir, laptop dan ponsel dijual seharga Rp 2.000.000 di sebuah konter. Saat ditangkap, uang hasil penjualan masih tersisa Rp 600.000.

“Kami masih kembangkan untuk melacak orang yang menerima barang curian dari pelaku. Semoga ke depan bisa terungkap,” pungkas Hendro. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved