Tanah TKD Hilang 4,6 Hektar, Kejaksaan Pasuruan Siap ke BPKP Hitung Kerugian Negara

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan siap gelar perkara di BPKP perwakilan Jawa Timur untuk kasus dugaan penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD)

Tanah TKD Hilang 4,6 Hektar, Kejaksaan Pasuruan Siap ke BPKP Hitung Kerugian Negara
(Surya/Galih Lintartika)
CARI BUKTI : Ahli geodesi beberapa waktu lalu saat menghitung volume tanah di TKD Bulusari 

TRIBUNJATIM. COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan siap gelar perkara di BPKP perwakilan Jawa Timur untuk kasus dugaan penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 4,6 hektare di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Korps Adhyaksa sudah mendapatkan hasil dari ahli Geodesi yang didatangkan dari ITN Malang beberapa waktu lalu.

Hasil penghitungan sedimentasi akhir untuk menentukan tinggi dan volume tanah yang diduga hilang itu sudah kelar.

"Sudah keluar hasil dari ahli geodesi ini, secepatnya kami akan ke BPKP perwakilan Jawa Timur. Kami akan gelar perkara di sana, sekaligus menghitung kerugian uang negara dari kasus ini," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejarin Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, saat dihubungi Surya, Minggu (30/3/2019).

Ia menjelaskan, proses penyidikan kasus ini sudah tinggal menunggu penghitungan keuangan negara. Nah untuk menentukan itu, data dari ahli geodesi ini nantinya akan dihitung oleh tim ahli. Selanjutnya, akan muncul kerugian negara di sana.

Dian Al Mahri Meninggal Dunia, Adli Sudjatmiko Sang Cucu Pertama Merindukan Pelukan Sang Nenek

Mbak Tutut dan Mbak Mamiek Soeharto Ikut Panen Madu dan Padi di Kediri

Dwi Andhika Ungkap Alasan Belum Menjenguk Vanessa Angel Sang Mantan, Ria Ricis: Bukan Bahan Konten

"Setelah muncul kerugian negaranya, kami siap menaikkan kasus ini ke tahap selanjutnya. Mungkin sudah akan muncul tersangka. Kami siap melanjutkan kasus ini, karena hanya menunggu kerugian negara saja. Pemeriksaan saksi dan pemeriksaan di lapangan sudah selesai," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sekadar diketahui, dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (Pulbaket) selama ini, indikasi penyalahgunaan itu sangat kuat. Ada sebuah rekayasa, TKD seluas 4,6 hektar ini dikeruk dan dijual ke sejumlah perusahaan di Jawa Timur.

Bahkan, hasil penjualan TKD ini diduga kuat mengalir ke sejumlah oknum perangkat desa. Diduga kuat, ada unsur kesengajaan untuk tidak menyetorkan hasil penjualan tanah TKD ke KAS Desa dengan tujuan tertentu, termasuk memperkaya diri sendiri atau kelompok. (lih/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved