Kasus Korupsi Jaspel Kepala Puskesmas Widang, Bupati Tuban: Jika Hukuman di Atas 5 Tahun, Dipecat!

Kasus Korupsi Jaspel Kepala Puskesmas Widang, Bupati Tuban: Jika Hukuman di Atas 5 Tahun, Dipecat!

Kasus Korupsi Jaspel Kepala Puskesmas Widang, Bupati Tuban: Jika Hukuman di Atas 5 Tahun, Dipecat!
SURYA/M SUDARSONO
Bupati Tuban, Fathul Huda saat memberikan jawaban atas pertanyaan awak media. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Bupati Tuban Fathul Huda menanggapi dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas Widang, Shinta Puspita Sari (45).

Shinta terjaring OTT pungutan liar pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) terhadap pegawai Puskesmas Widang, Senin (25/3/2019) oleh Polda Jatim.

Kasusnya dirilis Polda Kamis (28/3/2019) malam.

Korupsi Dana Desa Senilai Rp 152 Juta, Kades Mojoagung Tuban dan Suaminya Divonis 1 Tahun Penjara

Batas Akhir Pelaporan Sudah Lewat, Wajib Pajak di Kabupaten Tuban Masih Banyak yang Belum Lapor SPT

Polres Tuban Gerebek Produksi Arak, Pelakunya Residivis, Nekat Beroperasi Meski Untung Rp 100 Ribu

BREAKING NEWS : Polres Tuban Gerebek Tempat Produksi Arak, Pelaku Bisa Produksi 400 Liter Per Hari

"Saya belum mengikuti perkembangannya, belum dapat laporan apakah sudah dinonaktifkan atau belum," Kata Bupati kepada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Namun, mantan Ketua PCNU Tuban itu menekankan, jika sudah putusan tetap dan hukuman di atas lima tahun, maka Kepala Puskesmas itu akan dipecat.

Bahkan, Bupati juga menyerahkan kasus itu sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Dengan adanya kejadian ini, dia juga meminta agar kasus dijadikan pelajaran bagi semua. 

Jadi jangan coba-coba melanggar hukum, meski katanya tidak merugikan negara.

"Kita ikuti proses hukum yang berlaku, soal perkembangannya belum tahu apa sudah non aktif atau belum," Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, Ka Puskesmas diduga korupsi uang Rp 171 juta hasil pemotongan honor jasa pelayanan. 

Yusep menyatakan, tersangka memotong dana Jaspel dari 30 karyawan dan staf yang bekerja di Puskesmas Widang. Seluruh karyawan dikenakan potongan dari dana Jaspel yang dibayarkan ke bendahara puskesmas.

"Tersangka melakukan korupsi pemotongan dana Jaspel selama empat bulan. Pemotongan dana Jaspel bervariatif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta," bebernya saat release.

Ditambahkannya, uang hasil pemotongan dana Jaspel yang dikumpulkan melalui bendahara Puskesmas lalu disetorkan ke rekening penampungan yang dibuka oleh Staf TU sesuai perintah tersangka.

"Tersangka menerima keuntungan 40 persen dari hasil pemotongan Jaspel tersebut, sedangkan 60 persen dibagi pihak tertentu," pungkasnya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved