Reka Adegan Pembunuhan Sadis di Menganti Gresik, Terkuak Kepala Korban Dipukul Palu hingga 5 Kali

Dugaan kasus pembunuhan warga Kota Surabaya dilakukan rekonstruksi ulang. Simak berikut.

Reka Adegan Pembunuhan Sadis di Menganti Gresik, Terkuak Kepala Korban Dipukul Palu hingga 5 Kali
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Tersangka mengikat leher korban menggunakan kabel cash ponsel saat rekonstruksi di Mapolres Gresik, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dugaan kasus pembunuhan terhadap Andri Putra Hariyono (22), warga Kupangkrajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, terhadap sopir online di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti terungkap ketika rekonstruksi oleh penyidik Polres Gresik.

Aksi keji itu jelas terungkap ketika rekonstruksi tersangka Fajar Aditya Putra (20), warga Jalan Kupang Krajan, Gang 8/40 Kota Surabaya. Pada adegan kesembilan terlihat tersangka memukul kepala belakang korban dengan palu sebanyak 5 kali.

Dalam rekonstruksi tersebut terdapat 13 adegan. Mulai pertama kedua tersangka dan korban sedang tidur bersama di satu tempat tidur di kamar rumah di desa Kepatihan Kecamatan Menganti.

UPDATE Kasus Mayat Tanpa Kepala dalam Koper, Indikasi Pembunuh Berkelompok, hingga Isu Motif LGBT

Fakta Terbaru Guru Honorer yang Dimutilasi dalam Koper di Kabupaten Blitar Dimakamkan Tanpa Kepala

TERUNGKAP Dalang di Balik Pembunuhan Pria di Pasar Gadang, Sebagian Pelakunya Masih di Bawah Umur

Kemudian, tersangka mengambil telepon seluler (Ponsel) korban yang ada diantara keduannya. Kemudian, adegan ketiga, korban mengetahui tersangka mengambil ponsel dan kemudian terjadi cekcok terhadap keduanya.

Sehingga, pada adegan keempat, tersangka mendorong korban hingga jatuh dilantai dalam keadaan menghadap keatas dan langsung mendudukinya. Tersangka langsung memukul wajah korban beberapa kali.

Kemudian tersangka pada adegan kelima langsung menambil ponsel milik korban. Setelah itu, pada adegan keenam, tersangka mengambil kabel carger dan mendirikan badan korban.

Pada adegan ketujuh, korban langsung menjerat leher korban dengan kabel carger. Setelah itu, pada adegan kedelapan tersangka mengambil palu yang ada di lokasi. Kemudian, pada adegan ke sembilan, tersangka langsung memukul kepala bagian belakang kanan sebanyak 5 kali.

Terungkap, Mayat Laki-Laki yang Ditemukan Membusuk di Kamar Kos Tulungagung Gunakan Identitas Palsu

Masih Dilakukan Autopsi pada Mayat Laki-Laki di Kos Tulungagung, Sebagian Sudah Dimakan Belatung

Geger, Penemuan Mayat di Dam Sipon Kabupaten Mojokerto, Kondisi Korban Mengapung Tanpa Busana

Setelah itu, pada adegan ke sepuluh, tersangka memukul wajah korban memukul sebanyak empat kali sampai terjatuh.

Pada adegan kesebelas, tersangka mengambil ponsel milik korban dan dilanjutkan adegan ke-12, tersangka mengambil motor yang kuncinya masih menempel. Kemudian adegan ke-13, tersangka kabur menggunakan motor Honda Vario nopol L 4075 ER milik korban.

Rekonstruksi dilakukan di Mapolres Gresik, sehingga tidak banyak diketahui masyarakat. Peranan korban diperagakan oleh Briptu Rido Siswoyo. Dan disaksikan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik Lila Yurifa Prihasti dan Novie Estemar.

Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Aditya Rizky mengatakan bahwa rekonstruksi sudah sesuai dengan keterangan tersangka.

Sehingga ada 13 adegan. "Diduga penyebab meninggalnya korban pada adegan kesembilan yaitukorban dipukul menggunakan palu sebanyak lima kali," kata Adiyta, Kamis (4/4/2019).

Dari rekonstruksi tersebut terlihat bahwa tersangka ingin mengusai ponsel korban dan berujung ke pembunuhan.

Sehingga tersangka dijerat pasal 365 KHUP, pencurian dengan Kekerasan. Serta pasal 338 KHUP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. "Setelah rekonstruksi ini, secepatnya berkas kita limpahkan ke Kejari Gresik bersama tersangka," katanya.

Diketahui, aksi kejahatan itu berawal dari temuan mayat Andri Putra Hariyono di dalam kamar rumah Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, Senin (11/3/2019). Jasat Andri meninggalkan kecurigaan yang mendalam. Sebab, ponsel dan motor Honda Vario Nopol L 4075 WR, hilang.

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved