Dipasung Selama Dari 6 Tahun, Pasung Warga Gresik ini Akhirnya Dilepas

Kurang dari 6 tahun dalam belenggu pasung, Arsadi (54) warga Desa Deket Agung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik akhirnya bebas. Kedua kakinya sudah

Dipasung Selama Dari 6 Tahun, Pasung Warga Gresik ini Akhirnya Dilepas
Willy Abraham/Tribunjatim
Arsadi (54) sudah bisa duduk di kursi usai lepas dari pasung yang membelenggu kakinya selama kurang dari enam tahun, Sabtu (6/4/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Kurang dari 6 tahun dalam belenggu pasung, Arsadi (54) warga Desa Deket Agung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik akhirnya bebas. Kedua kakinya sudah bisa bergerak bebas tidak lagi diikat oleh papan besi.

Kasi Petugas Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik Bidang P2P Moh Nukhan menuturkan sebenarnya Arsadi minta dilepas sejak dua bulan lalu.

"Sebenarnya Arsadi sudah masuk dalam target pelepasan sejak 2018," ujarnya saat melakukan pelepasan pasung, Sabtu (6/4/2019)

Pihak keluarga dan seluruh perangkat desa telah menerima kembali kehadiran Arsadi dan menutup kesalahan yang dilakukan Arsadi. Petugas jiwa Puskesmas memastikan kondisi Arsadi telah membaik sehingga para tetangga tak perlu khawatir lagi.

"Penyebabnya dulu karena masalah keluarga, Arsadi pada masa lalu membakar rumahnya," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Keluarga telah menerima kembali Arsadi, saat ini istrinya sedang bekerja di luar daerah dan anaknya merantau ke luar negeri.

Slank Bakal Tampil Sepanggung dengan Mahfud MD dan Ustadz Yusuf Mansyur di Surabaya, Ini Jadwalnya

Dukung Jokowi-Maruf, Ratusan Milenial We Are 01 Family Gelar Flashmob di Ciputra World Surabaya

6 Tahun Jadi Istri Jenderal, Bella Saphira Cuek Gemuk Atau Kurus, Mayangsari Komentari Foto Terkini

Saat ini Arsadi belum tinggal di rumah utama melainkan di rumah yang dulunya menjadi tempatnya saat dipasung.

Rumah yang ditinggali keluarganya berada tak jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Karena hanya berjarak beberapa meter.

Pria paruh baya itu membutuhkan waktu sebelum kembali ke rumah utama. Mengingat, kondisinya perlu pemulihan lebih dulu. Baik pemulihan fisik maupun jiwa.

Lanjut Nukhan, selanjutnya pihak keluarga diharapkan sering mengajak Arsadi untuk lebih banyak berinteraksi di masyarakat seperti berbaur.

Obat yang diberikan harus dikonsumsi secara rutin, nantinya petugas puskesmas Tambak akan melakukan pemantauan.

"Butuh peran keluarga dan tetangga agar berbaur seperti biasa," harapnya.

Bebasnya Arsadi dari pasung membuat angka jumlah pasung di Kota Pudak berkurang. Dinkes mencatat hingga saat ini data kasus pasung tinggal 14 kasus. (wil/TribunJatim.com).

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved