Halaqoh Kebangsaan di Tebuireng Jombang, Mengemuka Seruan Ulama Agar 'Wasit' Netral dalam Pilpres

Halaqoh Kebangsaan di Tebuireng Jombang, Mengemuka Seruan Ulama Agar 'Wasit' Netral dalam Pilpres.

Halaqoh Kebangsaan di Tebuireng Jombang, Mengemuka Seruan Ulama Agar 'Wasit' Netral dalam Pilpres
SURYA/SUTONO
Situasi saat berlangsung acara Halaqah Kebangsaan di Ponpes Tebuireng Jombang, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Seruan dan permintaan agar 'wasit' bertindak netral dalam Pileg dan Pilpres 2019 mengemuka saat acara Halaqah Kebangsaan di Aula Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (7/4/2019).

Acara itu sendiri guna merekatkan kembali para ulama pendukung calon presiden (Capres) 01 dan Capres 02, lebih-lebih ketika nanti presiden sudah terpilih pada 17 April. 

Tampak hadir antara lain Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), KH Mahfudz Sobari dari Mojokerto, KH Hasyim Karim Jombang, KH Luthfi Abdul Hadi dari Bululawang Malang, dan KH Fahmi Hadzik dari Jombang.

Pemuda dari Jombang Mau Jualan Puluhan Miras Arak Putih Pakai Daihatsu Sigra, Keburu Dicokok Polisi

Tak Perhatikan Situasi, Pengendara Motor Tewas Tersambar Kereta Api di Desa Kayen Jombang

Posting Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Asal Jombang Alias Antonio Banerra Ini Ditangkap Polisi

Gelapkan Uang Perusahaan, Perempuan Muda Asal Jombang Harus Mendekam di Penjara

Kemudian dari jajaran pemerintah, tampak Danrem 082 Citra Panca Yudha Jaya Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, Dandim 084 Jombang Letkol Beni Sutrisno, Kabid Hukum Polda Jatim AKBP Arnapi dan Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto.

Seruan agar wasit pemilu tidak berpihak alias menjaga netralitas itu antara lain dilontaran KH Luthfi Abdul Hadi dari pondok pesantren Nurul Ihsan Bululawang Malang.

"Kalau 'wasit' sudah ikut bermain, itu situasi yang sangat berbahaya," kata kiai berjenggot dan bersorban itu, disambut tepuk tangan puluhan hadirin.

Hal serupa juga diserukan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jatim, Ismail Nachwu.

Ismail mengapresiasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengeluarkan TR (Telegram Rahasia) berisi edaran agar polri netral dalam Pileg dan Pilpres 2019.

"Saya senang ada edaran pak kapolri soal netralitas polri. Terus terang saya melihat awalnya polri tidak netral. Tapi dengan edaran kapolri, itu melegakan. Mudah-mudahan ini benar, agar tidak ada dusta diantara kita," terang Ismail, disahut aplaus undangan.

Gus Sholah sendiri mengajak ulama, kiai dan cendekiawan untuk merekatkan kembali hubungan. Ajakan ini ditujukan kepada mereka yang terbagi ke dalam pendukung capres 01 dan 02.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved