Polres Madiun Periksa Camat dan OPD Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Dagangan

Satreskrim Polres Madiun memanggil tujuh orang terkait aksi penggalian material tanah tanpa izin di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan Madiun

Polres Madiun Periksa Camat dan OPD Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Dagangan
SURYA/GALIH LINTARTIKA
ilustrasi tambang 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Satreskrim Polres Madiun memanggil tujuh orang untuk dimintai keterangan terkait penggalian material tanah tanpa izin di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

"Saat ini, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang. Terakhir hari ini, ada dua orang, Kades Banjarsari Wetan, dan Camat Dagangan," kata Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro kepada wartawan, Jumat (5/3/2019) sore.

Dia menuturkan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana peran desa dan kecamatan dengan aktifitas penggalian yang berlangsung sejak akhir 2017, lalu.

Sebab, pemilik lahan mengatakan akan menggunakan lahan tersebut sebagai kolam pemancingan.

(DLHK Sidoarjo Janji Segera Benahi Tanah di Taman Abhirupa Krian yang Becek, Beri Pasir dan Rumput)

(Yusuf Widyatmoko Serahkan 850 Sertifikat Tanah Milik Warga Desa Ringintelu Banyuwangi)

"Perannya tingkat desa sama tingkat kecamatan sejauh mana. Setelah itu akan akan kaitkan keterangan dari OPD yang sudah kami lakukan pemeriksaan," kata Logos.

Ia mengatakan, beberapa OPD yang sudah diperiksa adalah Dinas PU, ESDM, Disparpora, dan LH.

Logos mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk menyelidiki dampak kerusakan lingkungan akibat galian tak berizin itu.

"Kami fokus ke dampak lingkungan, karena kalau mengembang ke undang-undang pertambangan minerba, kan harus ada transaksional, antara pemilik tambang ke pembeli," katanya.

Logos menambahkan, rencananya minggu depan akan ada gelar perkara awal untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dan naik ke tahap penyidikan.

(Pengunjung Taman Abhirupa Krian Keluhkan Tanah di Wahana Permainan, Becek dan Tergenang Air Hujan)

(40 Orang Calon Jamaah Haji Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun 2019)

Pantauan di lokasi, Jumat (5/4/2019), Camat Dagangan, Syahrowi diperiksa sejak sekitar 13.30 hingga sekitar 16.00 WIB. Kepada wartawan, Rowi mengaku hanya ditanya soal tugas dan fungsinya sebagai Camat.

"Sebatas dan tugas fungsi saja.  Izin ditanyakan, itu sudah menjadi kewenangan OPD terkait," katanya.

Dia mengatakan, saat ini ia telah meminta kepada pengusaha untuk menghentikan operasi selama izin belum keluar.

"Kami sudah menyampaikan tegas kepada pengusaha, karena belum berizin. Seluruh kegiatan dihentikan, sebelum semua proses perizinan selesai," katanya.

Reporter: Surya/Rahadian bagus

(DLHK Sidoarjo Janji Segera Benahi Tanah di Taman Abhirupa Krian yang Becek, Beri Pasir dan Rumput)

(Yusuf Widyatmoko Serahkan 850 Sertifikat Tanah Milik Warga Desa Ringintelu Banyuwangi)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved