Pasien Sakit Jiwa dari Kediri Ini Batal Dirujuk ke RSJ Lawang, Karena Tidak Ada Mobil Ambulans

Pasien Sakit Jiwa dari Kediri Ini Batal Dirujuk ke RSJ Lawang, Karena Tidak Ada Mobil Ambulans.

Pasien Sakit Jiwa dari Kediri Ini Batal Dirujuk ke RSJ Lawang, Karena Tidak Ada Mobil Ambulans
TRIBUN BATAM
ilustrasi gangguan jiwa 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rencana sejumlah relawan membawa Sunaryo (22) pasien sakit jiwa asal Desa Ngetrep, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang terpaksa terhenti.

Masalahnya, tidak ada mobil ambulans untuk membawa pasien.

Pegiat Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim Arif Witanto menyebutkan, penderita merupakan pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah dirujuk RSUD dr Iskak Tulungagung untuk menjalani perawatan di RSJ Lawang.

Heboh Temuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Bendungan Waruturi Kediri, Ada Ciri Gondok & Gigi Ompong

Kebobolan Tagihan Rp 11,5 Juta, Ibu Asal Kediri Ini Masih Terus Tembusi Developer Game Online

Pelaku Mutilasi Guru Honorer Kediri Terbukti Pengguna Sabu, Polisi Kaget Temukan Barang Bukti Ini

Gudang Penyimpanan Milik Ponpes Kedunglo Kota Kediri Ludes Terbakar

"Kalau sesuai rujukannya dari rumah sakit mestinya penderita harus dibawa ke RSJ Lawang. Namun masalahnya tidak ada kendaraan ambulan yang membawanya," ungkapnya kepada tribunjatim, Senin (15/4/2019).

Pihak keluarga penderita yang hanya berprofesi sebagai buruh tani tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan atau mobil ambulans.

Rumah keluarganya hanya beralaskan tanah dengan dinding dari anyaman bambu.

Sedangkan upaya memakai ambulans dari puskesmas juga terkendala karena kendaraan tidak bisa dipergunakan untuk mengantarkan pasien pemegang KIS.

Penderita yang semula dirawat di RSUD dr Iskak ditangani dokter spesialis jiwa. Surat rujukannya juga telah dikeluarkan rumah sakit tertanggal 10 April 2019.

Arif berharap, pasien yang telah memiliki KIS sebenarnya berhak mendapatkan fasilitas kendaraan ambulan pengantar untuk membawa ke RSJ Lawang.

"Kami belum mendapatkan penjelasan mengapa pasien tidak bisa diantar dengan mobil ambulans puskesmas," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan kejiwaan, Sunaryo didiagnosis menderita paranoid schizophrenia. Sehingga pasien mendapatkan rujukan penuh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RSJ Lawang.

Selama ini Sunaryo anak kedua dari pasutri Sumiran (52) dan Minten (49) menjalani rawat jalan dan mendapatkan pemberian obat penenang. Penderita jika kejiwaannya kambuh sering mengamuk.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved