Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kampung Bagong Ginayan di Ngagel, Warga Sediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah Buat Siram Tanaman

Warga Kampung Bagong Ginayan gang IV C Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo telah memilki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Endang Suhartini, Wakil Ketua RW 03 Kelurahan Ngagel sekaligus istri Kepala RT 04 RW 03 Kelurahan Ngagel mengatakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tersebut dimanfaatkan mengubah air limbah rumah tangga menjadi air untuk menyiram tanaman. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Kampung Bagong Ginayan gang IV C Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo telah memilki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dimanfaatkan untuk mengubah air limbah rumah tangga menjadi air untuk menyiram tanaman.

IPAL tersebut, tutur Endang Suhartini, Wakil Ketua RW 03 Kelurahan Ngagel sekaligus istri Kepala RT 04 RW 03 Kelurahan Ngagel, merupakan dari kerja swasembada dari para warga.

"IPAL ini murni dari kerja para warga kampung sini, tidak ada sponsor dari pihak mana pun. Instalasinya juga kami buat sendiri. Semuanya kami buat secara gotong royong," tutur Endang.

Jaga Etika dan Karakter Anak, Gatot Alfianto Rintis Kampung Pendidikan dengan Giatkan Budaya Mengaji

Ratusan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Tampilkan Tarian hingga Drama di Kampung Warna Warni

Alat tersebut, lanjutnya, sudah ada sejak 2017. Awal mulanya, untuk dilombakan dalam Surabaya Green and Clean.

Kemudian terus dirawat dan dimanfaatkan oleh warga hingga sekarang.

Salah satu pembuat IPAL, Kristanto, menuturkan alat tersebut memerlukan proses pembuatan selama dua minggu.

Ia dan warga lain membuatnya bermodalkan referensi dari YouTube.

IPAL tersebut, lanjutnya, terdiri dari tiga drum plastik yang diletakkan secara vertikal.

Dalam masing-masing drum tersebut sudah dilengkapi dengan alat penyaring. Masing-masing drum tersebut dihubungkan dengan pipa.

"Cara kerjanya, air dalam selokan disedot naik sampai drum yang paling atas. Kemudian air disaring di setiap drum sampai airnya keluar melalui kran," tutur Kristanto.

Drum yang paling atas dan tengah, lanjutnya dilengkapi empat penyaring. Sementara drum yang paling bawah terdiri dari lima penyaring.

"Penyaringnya terdiri dari kain kasa, sapu ijuk, batu kali, pasir silika, dan arang. Beberapa bahan ada yang beli, ada pula yang ambil seperti batu kali," lanjutnya.

Kampung Anggrek di Kelurahan Dadaprejo Kota Batu Jadi Wisata Edukasi Sekaligus Berdayakan Petani

Kampung Ondomohen Genteng Surabaya Manfaatkan Got Jadi Wadah Ternak Bibit Ikan Lele dan Nila

Apabila dirasa perlu dibersihkan, IPAL tersebut akan dibersihkan dengan cara digelontorkan air PDAM dari drum paling atas.

"Dalam setahun atau setahun sekali, IPAL tersebut kami bongkar dan kami cuci penyaringnya," tutur Kristanto.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia dan warga memilih bahan penyaring yang bisa dicuci dengan mudah agar tahan lama dan mudah dirawat.

"Sementara ini memang baru dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, kalau seperti untuk mencuci tangan belum karena butuh biaya yang lebih," tutur Kristanto. (Surya/Christine Ayu Nurchayanti)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved