Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Makin Parah, Banjir Rendam Puluhan Desa di 4 Kecamatan di Lamongan, Jalan Poros Ditutup Untuk Truk

Makin Parah, Banjir Rendam Puluhan Desa di 4 Kecamatan di Lamongan, Jalan Poros Ditutup Untuk Truk.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HANIF MANSHURI
Warga korban banjir di Bengawan Jero ketika hendak beraktivitas melintas di jalur banjir, Jumat (03/05/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Banjir di empat kecamatan Kebupaten Lamongan akibat luapan anak sungai Bengawan Jero semakin tinggi.

Semakin tingginya genangan yang melanda di puluhan desa di empat kecamatan itu lantaran curah hujan dari hulu atau selatan masih tinggi.

Air hujan ditampung ke sejumlah anak sungai yang hilirnya ada di wilayah Bengawan Jero.

Aksi Coret-coret & Konvoi Puluhan Siswa SMA Ganggu Pengguna Jalan, Ditangkap Polres Lamongan

Empat Siswa SMPN 1 Sambeng Lamongan Ini Ciptakan Robot Tanpa Listrik, Pakai Bahan Limbah Medis

Gandeng Akademi Gizi, Kabupaten Lamongan Targetkan Angka Stunting di Wilayahnya Tutun Jadi 10 Persen

Sementara anak Sungai Bengawan Jero tak mampu menampung curah hujan dan meluber yang berakibat menggenangi puluhan desa di Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun dan Deket.

"Tambah tinggi airnya dan parah," kata Basoir, warga Kalitengah, Jumat (03/05/2019).

Warga yang hendak beraktivitas keluar desa mengendarai sepeda motor harus bersusah payah nekat menerjang banjir yang rata - rata di jalan desa mencapai ketinggian 70 sentimeter.

Warga yang berangkat ngantor ke luar dengan rutinitas berseragam, terpaksa harus melepas sepatu selama perjalanan di medan banjir.

"Sepatu ya harus dilepas," kata Basoir.

Warga tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menerima kenyataan musibah yang dirasakan selama hampir sebulan ini.

Upaya pompanisasi tidak banyak menolong, karena curah hujan jauh lebih tinggi dari pada genangan air yang dipompa keluar ke sungai Bengawan Solo.

Sementara banjir yang melanda di empat kecamatan ini merupakan sentra tambak.

Praktis, para petambak harus merekayasa pematang dengan memasang pirik di sepanjang pematang yang tenggelam agar ikan tidak hilang keluar.

Para petambak juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli pirik tersebut.

Selain biaya ekstra pembelian pirik, para petambak harus membayar ongkos tenaga kerja untuk pemasangan bendungan di atas pematang.

Bahkan jalan poros di Desa Tiwet untuk sementara ditutup untuk truk. Tepat di gapura desa dipasang bambu dan papan pengumuman untuk sementara truk dilarang melintas.

Sejauh ini Pemkab Lamongan hanya mengandalkan pompa air yang dipasang disejumlah titik untuk mengurangi genangan air di empat kecamatan.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved