Sandiaga Uno: Di Jatim, Ada Tsunami Politik Uang yang Dikawal Aparat Keamanan

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno kembali menegaskan bahwa pemilu 2019 menjadi ajang demokrasi paling memprihatinkan.

Sandiaga Uno: Di Jatim, Ada Tsunami Politik Uang yang Dikawal Aparat Keamanan
Tribun Wow
Sandiaga Uno saat membahas soal mengawal dan memonitor input data suara, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno kembali menegaskan bahwa pemilu 2019 menjadi ajang demokrasi paling memprihatinkan.

Bahkan, ia menyebutkan berbagai masalah telah dijumpai sejak masa kampanye, pemungutan suara, hingga masa perhitungan.

"Kita baru saja melewati proses berdemokrasi dengan adanya penyelenggaraan pemilu 2019. Semakin nyata, pemilu yang kita ikuti menorehkan catatan yang memprihatinkan," kata Sandiaga Uno saat memberikan orasi politik di hadapan ribuan pendukungnya, Rabu (15/5/2019).

Pada acara bertajuk syukuran dan buka bersama ini, sejumlah elemen pendukungnya hadir. Di antaranya, Ketua BPP Jatim, Soepriyatno, Ketua Harian BPP Jatim, Anwar Sadad, hingga Anggota BPP Jatim dari Partai Demokrat, Didik Darmadi hingga ribuan pendukung lainnya.

Sandiaga mencontohkan, banyak penyelenggara pemilu yang meninggal dunia.

"Sejarah mencatat, inilah pemilu paling memilukan dan memakan korban. Lebih dari 600 petugas penyelenggara pemilu wafat. Lebih dari 3000 orang dirawat," kata Sandiaga menyebutkan.

Asyik Tiduran, Polres Malang Kota Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi

BREAKING NEWS, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Kota Malang

Wow, Mami Selfi di Kediri ini Tawarkan Anak Asuhnya Rp 600.000 Sekali Kencan

"Mari kta doakan, semua yang meninggal mendapatkan status mati sahid sebab gugur di tugas kenegaraan. Termasuk yang sakit, semoga disembuhkan sehingga korban meninggal tidak lagi bertambah," katanya kepada Tribunjatim.com.

Bukan hanya saat pemungutan suara, ia juga menyindir adanya politik uang yang dilakukan tim pemenangan rivalnya, pasangan calon 01. "Pemilu 2019 dengan aroma politik uang yang sangat tajam," kata Sandi.

Ia menyindir anggota tim kampanye 01 yang baru ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti sejumlah amplop yang diduga untuk persiapan pemilu. "Salah satu tim kampanye nasional pasangan calon 01 tertangkap oleh KPK dengan barang bukti ratusan ribu amplop berisi uang," kata Sandi menjelaskan tanpa menyebut nama yang ia maksud.

Di Jatim, Sandi juga mengatakan sempat menerima laporan soal masifnya praktek politik uang. Bahkan, beberapa di antaranya juga dengan sepengatahuan aparat keamanan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved