Tanah dan Bunga Makam Gus Dur Jadi Incaran Peziarah

Sebelum makam Alm KH Abdurrahman Wahid diberi pembatas pagar, para peziarah kerap bertingkah aneh.

Tayang:
Penulis: Sundah Bagus Wicaksono | Editor: yulis sulistyawan
TRIBUNJATIM.COM / SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di komplek Pondok Pesantren Tebu Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang, Jawa Timur. 

Para pengurus Ponpes maupun makam sudah berulangkali mengingatkan bahwa pengambilan tanah dan bunga ini adalah musyrik.

Namun peringatan tersebut tetap saja tak diperhatikan dan pengambilan tanah terus berulang.

Alhasil, tanah makam lama-lama semakin berkurang. Pihak Ponpes Tebu Ireng dan pengelola makam, hampir setiap hari harus menambal tanah yang diambili peziara.

Lantaran tanah yang kerap diambili peziarah dan ditutup lagi oleh pengelola,kondisi makam jadi labil. Sehingga pernah terjadi sekitar Februari 2011, bagian makam Gus Dur ada yang amblas ke bawah lantaran tanah kerap diambili peziarah.

Sejak saat itulah, pihak Ponpes Tebu Ireng memutuskan agar peziarah diberi jarak dari makam agar tak lagi mengambil tanah atau bunga.

Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (SURYA)

"Sampai sekarang ini masih ada yang meminta penjaga makam agar mengambilkan tanah dan bunganya," tambah Teuku Azwani yang sudah 14 tahun menjadi pengelola di Pesantren Tebu Ireng ini.

Agar peziarah bisa khusuk mendoakan alm Gus Dur, keluarga juga membangun mirip pendopo yang cukup besar dengan kapasitas ratusan orang.

"Sekarang pintu masuk peziarah ada sendiri dan pihak keluarga maupun pesantres juga ada pintu tersendiri. Jadi sejak tiga tahun lalu peziarah sudah tertib dan nyaman untuk berdoa," paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved