Gus Dur Menjadi Sumber Rezeki Para Janda dan Warga di Sekitar Makamnya

Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah dipanggil Sang Khalik pada 30 Desember 2009.

Tayang:
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: yulis sulistyawan
SURYA
Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 

Selain menjual buku dan VCD, Waldi dan para penjual juga menawarkan kipas tradisional. Dengan perpaduan kain dan kayu ipis, kipas ini pun terjual antara belasan biji.

"Kalau laku 10 kipas, beberapa VCD dan buku maka pendapatan pun lumyan. Setidaknya ada Rp 40 ribu sampai 50 ribu per hari. Kalau ramai bisa lebih dan kadang dua atau tiga kali lipat," papar Suwaldi.

Lantunan Ayat Suci

Ratusan pria dan wanita terlihat khusyuk duduk bersimpuh tak jauh dari makam yang masih berupa gundukan tanah pada akhir pekan lalu.

Mereka tak henti-hentinya melantunkan ayat suci Alquran, baik itu hafalan maupun membaca Alquran yang sudah disiapkannya.

Begitulah suasana makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di komplek Pondok Pesantren Tebu Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang, Jawa Timur.

TribunJatim.com yang berada di lokasi makam sejak siang hingga malam menyaksikan, peziarah silih berganti datang untuk mendoakan dari dekat makam Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) ini.

Mereka datang dari berbagai penjuru nusantara dengan kendaraan pribadi maupun berombongan dengan menumpang bus.

Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di komplek Pondok Pesantren Tebu Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang, Jawa Timur.
Makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di komplek Pondok Pesantren Tebu Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek Jombang, Jawa Timur. (TRIBUNJATIM.COM / SUNDAH BAGUS WICAKSONO)

"Dibuka secara umum pada pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Selanjutnya ditutup dan akan dibuka pukul 20.00 sampai 03.00 WIB. Ditutup sementara khusus untuk santri mengaji di makam," jelas Pengurus Pondok dan Makam Teuku Azwani kepada TribunJatim.com.

Biasanya, pada hari Senin-Jumat, jumlah peziarah mencapai 500 orang. Namun pada akhir pekan, jumlah peziarah mencapai ribuan orang.

Karena antusiasme peziarah begitu besar, mereka harus rela antre untuk mendoakan Alm Gus Dur.

Selain jam buka untuk umum, makam Gus Dur juga dibuka khusus untuk para santri Ponpes Tebu Ireng. Yakni di luar jam ziarah bagi warga umum, 16.00 - 20.00 dan 03.00-07.00 WIB.

Setiap hari, para santri Tebu Ireng juga silih berganti membaca ayat suci Al Quran di dekat makam Alm Gus Dur.

Para peziarah d makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Para peziarah d makam Alm KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRABOWO)

"Selain jam ziarah untuk umum, dibuka khusus santri ntuk melafalkan Alquran dan Yasin. Jadi 24 jam penuh ayat suci Al Quran dilantunkan di makam Alm Gus Dur," jelas Teuku Azwani.

Bahkan menurut Azwani mantan guide yang sudha hidup di pondok selama 14 tahun ini mengaku sudah mengantar tamu dari luar negeri.

"Menurut catatan saya ada sekitar 30 negara sudah mengunjungi makam Gus Dur. selain itu peziarah juga dari semua kepercayaan. warga keturunan Tionghua paling banyak mengunjungi setelah keturunan melayu yakni Indonesia," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved