Breaking News:

Nama Ini Sering Muncul di Atribut-atribut Polisi Surabaya, Tahukah Kamu dari Mana Asalnya?

Jika kalian di Surabaya menemui ada istilah ini di atribut-atribut Kepolisian, maka bisa dipastikan polisi tersebut berasal dari Polrestabes Surabaya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gedung Hoofdbureau saat ini 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hoofdbureau mempunyai istilah yang lebih lengkap yaitu Hoofdbureau van Politie te Soerabaia.

Arti dari kata tersebut adalah Biro Besar Polisi di Surabaya atau kalau istilah sekarang adalah Markas Polisi Resor Kota Besar Surabaya.

Istilah tersebut diambil dari Bahasa Belanda dan mulai digunakan dalam Kepolisian Surabaya sejak tahun 1930.

Gedung Polrestabes Surabaya pada awalnya merupakan Komplek Militer AD yang dirintis pemerintahan Gubernur Hindia Belanda, Jenderal Willem Daendels.

Pada saat itu Gedung Polrestabes Surabaya disebut dengan istilah Barak Infantri Djotangan atau pada tahun 1900-an dikenal dengan nama Tangsi Djotangan.

Gedung Hoofdbureau tahun 1930-an
Gedung Hoofdbureau tahun 1930-an (Halo Polisi)

Namun setelah menjadi Polrestabes Surabaya diganti dengan nama resmi Hoofdbureau van Politie te Soerabaia.

Karena lidah orang Timur, khususnya Surabaya, sulit untuk melafalkan namanya, maka sering disebut dengan 'Hobiro'.

Gedung ini terletak di Jalan Sikatan, Krembangan Selatan, Surabaya.

Di bawah Gedung Hobiro terdapat penjara bawah tanah yang tingginya satu meter.

Pintu masuk penjara tersebut terlihat di depan Masjid Polrestabes Surabaya.

Saat ini penjara tersebut sudah tidak difungsikan lagi.

Jadi, jika kalian di jalan Surabaya menemui ada tulisan Hoofdbureau di atribut-atribut Kepolisian, maka bisa dipastikan polisi tersebut berasal dari Polrestabes Surabaya.

Tulisan Hoofdbureau yang terdapat di Mobil PROVOS.
Tulisan Hoofdbureau yang terdapat di Mobil PROVOS. (TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI)

Disadur dari "Hoofdbureau dalam Sebuah Catatan" oleh Drs Yan Fitri M H.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved