Sukses Raih 600 Piala, Bocah Model Ini Jadi Pemain Harpa Perempuan Pertama

Sukses meraih 600 piala, bocah model ini berhasil menasbihkan diri sebagai perempuan pertama yang menjadi pemain harpa.

Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Charlize Cahyadi, siswa kelas VI SD memperlihatkan ratusan piala di rumahnya di kawasan Dharmahusada Indah Surabaya, Kamis (9/3/2017). 

Sejak itu, Jessica semakin sering tampil di event internasional, di antaranya mengikuti Dutch Harp Festival, Jazz Harp Workshop, dan Singapore Harp Festival.

Tahun ini, Jessica akan tampil kembali di World Harp Congress 2017 di Hong Kong sebagai honorable winner.

Sekarang, Jessica menempuh pendidikan sarjana musik di Universitas John Hopkins, Amerika Serikat.

Di sela-sela kuliah, Jessica masih memberi kursus harpa ke anak-anak Indonesia menggunakan metode pembelajaran jarak jauh menggunakan internet.

Keberhasilan Jessica menjadi harpist memang tidak lepas dari peran kedua orangtuanya, Jefri Sudarta dan Ny Yenny Feliana.

Terutama peran sang ibu cukup besar dalam membentuk karakter bermusik Jessica. Ia mulai mengenalkan Jessica dengan dunia musik sejak usia 3 tahun.

“Hidup bukan asal saja tapi harus ada visi dan diatur sejak dini. Begitu juga dengan keberhasilan anak saya sekarang ini juga sudah mulai ditata sejak usia dini,” tutur Ny Yenny.

Ny Yenny awalnya mengursuskan Jessica di bidang tarik suara (menyanyi). Dari situ, Yenny melihat bakat anaknya di bidang musik.

Setahun kemudian, ketika Jessica menginjak usia 4 tahun, ia mulai mengursuskan piano.

Sejak itu, Jessica bermain piano hingga usia 13 tahun. Memasuki usia 13 tahun, Jessica baru menekuni bermain alat musik harpa.

“Sebenarnya, pada usia tiga tahun saya sudah ingin mengursuskan dia (Jessica) main harpa. Tapi, ketika itu saya masih bingung di mana cari guru les dan beli alatnya,” ujar ibu rumah tangga yang tinggal di Sukomanunggal itu.

Pengalaman tak jauh beda juga dirasakan Ny Naniek Tandio. Sebagai ibu, dia mengaku sangat lega melihat anak ketiganya, Clarissa Aurelia, berulang kali menjadi juara lomba piano tingkat internasional.

Sekarang ini Clarissa sudah berusia 15 tahun. Pada 2015, siswa kelas X itu menjadi juara tingkat internasional dalam lomba piano yang digelar di Malaysia.

Sebelumnya, ia juga menjadi jawara saat mewakili Indonesia di Taiwan pada perlombaan tingkat Asia Pasifik.

“Saat di Taiwan itu Clarissa juara tiga. Tapi, dia juga menjadi juara sebagai peserta dengan usia paling muda. Ketika itu dia baru berusia 8 tahun,” ungkap Ny Naniek.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved