Ibu di Surabaya Rela Rogok Kocek Lebih Setengah Miliar, Hanya Agar Anak Bisa Main Alat Musik Ini
Ibu di Surabaya rela melakukan apa saja untuk sang anak. Termasuk merogoh kocek lebih setengah miliar, hanya demi anak bisa main alat musik khusus ini
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ny Fenny terharu saat anak sulungnya, Jazzlyn Thedrica Cheryl Wibawa tampil di Istana Bogor pada Juli 2011. Meski tak ikut mendampingi, dia merasa bangga memiliki anak berprestasi.
Beberapa saat sebelum tampil di hadapan Presiden RI dan pejabat negara, Jazzlyn yang saat itu masih berusia 9 tahun baru saja memenangkan perlombaan piano tingkat nasional.
“Yang terakhir, pada Februari 2017 dia ikut tim nasional Piano La Pianista kategori internasional. Dia dapat juara satu. Nanti bulan empat (April 2017) main di Taiwan,” tutur Ny Fenny dengan mata berbinar, Rabu (8/3/2017) lalu.
Keberhasilan Jezzlyn dalam bermain musik piano tak bisa dilepaskan dari campur tangan Ny Fenny. Sejak berusia 3 tahun 6 bulan, Jezzlyn sudah mulai dikenalkan pada alat musik piano.
Saat itu guru musiknya di daerah Ngagel, Surabaya, memberi tahu Fenny jika putrinya punya potensi lebih. Sejak itu, Fenny semakin termotivasi untuk meningkatkan bakat anaknya.
Ketika usia Jezzlyn menginjak 5 tahun 6 bulan, Fenny tak mau menghitung dana yang harus dikeluarkan untuk pengembangan bakat anak.
Jezzlyn pun diikutkan les privat dengan biaya Rp 6 juta per bulan. Les itu diikuti hingga Jezzlyn berusia 13 tahun atau sekitar 7 tahun 6 bulan lamanya. Jika ditotal jumlah biaya les seluruhnya mencapai Rp 536 juta.
Setelah itu Jezzlyn kembali mengikut les privat kepada guru yang berbeda dan lebih murah. Namun di sisi lain, Fenny juga mengikutkan anak keduanya, Glennys Lovell Wibawa, untuk ikut les piano.
Tak kalah dengan sang kakak, Glennys juga sering mengikuti pertunjukan di beberapa tempat. “Saya dulu juga les piano. Ya, sempat ujian P dan K. Ujian royal juga,” tutur Ny Fenny.
Meski sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pengembangan bakat anak di luar akademik, dia tak ingin memaksakan pilihan masa depan Jezzlyn dan Glennys. Dia bahkan memahami betul ketertarikan masing-masing anak di luar piano.
“Anak pertama sukanya matematika. Adiknya suka komputer. Kalau yang ketiga, belum kelihatan kesenangannya,” tuturnya.
Ketika Jezzlyn sempat bercerita ingin mempelajari alat musik biola, dia pun membuka kesempatan selebar-lebarnya. Suaminya, Troy Prasetia Wibawa (45), juga sependapat dengannya.
Di luar piano, anaknya juga berprestasi di pendidikan formal. Salah satu buktinya, Jezzlyn mendapat beasiswa sejak mulai sekolah dasar.
Pendapat tak jauh berbeda juga disampaikan Ny Yenny Feliana. Demi mendukung bakat putrinya, Jessica Sudarta (19), dia tak itung-itungan soal uang.
Dan sekarang, semua telah terlihat hasilnya. Sulung dari tiga bersaudara itu menjadi satu-satunya perempuan pemain harpa pertama di Surabaya dan sudah go internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kursus-main-piano_20170317_091300.jpg)