Ibu di Surabaya Rela Rogok Kocek Lebih Setengah Miliar, Hanya Agar Anak Bisa Main Alat Musik Ini
Ibu di Surabaya rela melakukan apa saja untuk sang anak. Termasuk merogoh kocek lebih setengah miliar, hanya demi anak bisa main alat musik khusus ini
Diakuinya bahwa biaya kursus harpa memang masih mahal. Biaya kursus harpa dihitung per jam, antara Rp 800.000 sampai Rp 1 juta. Biasanya, setiap satu kali pertemuan lama latihannya sampai dua jam.
Tetapi, semua pengorbanan Yenny terbayar dengan sederet prestasi yang sekarang diraih putrinya. Pada 2014, Jessica pernah tampil bersama 36 harpist dari seluruh dunia dalam ajang World Harp Congress 2014 di Sydney, Australia. Selanjutnya, Jessica meraih juara ke-4 kompetisi harpa 2015 di Hong Kong.
Penampilan internasional Jessica semakin banyak dengan mengikuti Dutch Harp Festival, Jazz Harp Workshop, dan Singapore Harp Festival. Tahun ini Jessica akan tampil kembali di World Harp Congress 2017 di Hong Kong sebagai honorable winner.
Pentingkan Kualitas
Pendapat berbeda disampaikan Ny Megawati Tan. Sejak awal, perempuan yang tinggal di Dharmahusada Indah ini sengaja memilihkan tempat kursus untuk anaknya yang berkualitas. Bukan sekedar kursus ternama yang biayanya mahal.
”Saya carikan tempat kursus yang murah saja. Seperti sekolah model, hanya Rp 250.000 per bulan. Kemudian les piano Rp 350.000 per bulan, dan les bahasa Inggris juga sekitar Rp 300.000 per bulan,” ungkapnya.
Malah, untuk kursus fashion design, putrinya mendapat beasiswa dari tempat kursusnya. Dengan memilih tempat les yang tepat untuk mengasah bakat sang anak, Ny Megawati Tan sudah merasakan hasilnya.
Charlize Cahyadi, putrinya yang baru berusia 12 tahun telah meraih berbagai penghargaan. Tak tanggung-tanggung, sudah sekitar 600 piala dikoleksi bungsu dari dua bersaudara ini.
”Dulu Charlize pernah saya leskan di tempat yang mahal, tapi akhirnya saya pindah ke lainnya yang murah-murah saja. Toh hasilnya juga tidak terlalu jauh beda. Yang penting, sebelum memilih kursus itu harus pandai-pandai mencari informasi terkait kualitasnya,” imbuh Ny Megawati Tan.
Demikian pula yang dilakukan Ny Naniek Tandio. Meski putrinya, Clarissa Aurelia sudah berulang kali menjadi juara lomba piano tingkat internasional, namun kursusnya tidak bayar.
”Soalnya saya ajari sendiri di rumah. Kemudian pas usia lima tahun masuk sekolah piano, hanya awal saja membayar, tapi setelah itu malah dapat beasiswa di kelas khusus. Padahal, kelas itu kalau bayar, tarifnya sekitar Rp 1,5 juta per bulan,” ungkap Naniek.
Untuk melengkapi kemampuan sang anak, Clarissa sempat ikut kursus olah vokal. Tapi juga tidak mahal, dan tidak sampai lama. Waktu itu tarif les vokal yang diikuti siswa kelas X yang telah memenengai lomba piano tingkat internasional di Malaysia dan Taiwan ini, hanya sekitar Rp 400.000 per bulan. (ufi/sha/fla)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kursus-main-piano_20170317_091300.jpg)