Miris, Namanya Abadi Jadi Jalan di Surabaya, Tapi Beginilah Kondisi Makam Sang Mantan Walikota
Tak sedikit kotoran kambing terlihat di sekitar sana, menjadi pertanda bahwa tempat ini sering dilalui oleh kambing yang diangon gembala.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Wibowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pernah melintas di Jalan Walikota Mustajab Surabaya?
Ya, jalan ini cukup populer buat mereka yang ingin mencari suku cadang sepeda kayuh.
Nama Jalan Walikota Mustajab juga terkenal karena jadi lokasi wisata kuliner.
Ada dua tempat kuliner legendaris di sini, yakni Sate Kelapa Ondomohen di siang hari, dan Nasi Goreng Kluntung Ondomohein di waktu malam.
Di zaman Belanda, jalan Walikota Mustajab memang disebut dengan daerah Ondomohein.
Tapi, tahukah kamu siapa Walikota Mustajab itu?
Mustajab, atau yang bernama asli Raden Moestadjab Soemowidagdo, adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat pada periode 1952-1956.
Ia merupakan walikota ke-13 di Surabaya.
Yang ironis, meski Surabaya menghormati sosoknya dengan mengabadikannya sebagai nama jalan, tapi kondisi makam dari Wali Kota Mustajab memprihatinkan.
Dari penelusuran TribunJatim.com, makam Mustajab kini dijadikan tempat angon atau menggembala kambing.
Rumput tumbuh tak terawat di atas makamnya.
Tak sedikit kotoran kambing terlihat di sekitar sana, menjadi pertanda bahwa tempat ini sering dilalui oleh kambing yang diangon gembala.
Makam Moestadjab Soemowidigdo ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Tembok, Kecamatan Semampir,Surabaya.
Menurut penjaga makam, Supriyadi (54), sangat jarang ada keluarga yang berziarah ke makam Mustajab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jalan-walikota-mustajab_20170330_182849.jpg)