Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Perahu Tambang Tenggelam

Ada Larangan dari Gus Ipul, Aktivitas Perahu Tambang Berhenti, Ini Komentar Pemilik

Aktivitas penyeberangan perahu tambambang yang menghubungkan wilayah Balongbendo dengan Gresik, Minggu (16/4/2017), untuk sementara waktu dihentikan.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni Iskandar
surya
Sebuah perahu tambang kembali mengalami insiden di Sungai Surabaya Gresik pada Sabtu (15/4/2017). Perahu tambang ini terseret arus hingga beberapa meter akibat putus seling baja. 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Aktivitas penyeberangan perahu tambambang yang menghubungkan wilayah Balongbendo dengan Gresik, Minggu (16/4/2017), untuk sementara waktu dihentikan.

Hal ini menyusul adanya pernyataan Wakil Gurbernur Jatim, Saifullah Yusuf, yang menginstruksikan perahu-perahu tambang tidak dulu beroperasi.

Apalagi, Sabtu (15/4/2017) lalu, sebuah perahu juga nyaris terbalik lagi setelah tali tambang perahu tersebut putus. Beruntung, perahu yang sempat hanyut cukup jauh itu bisa ditolong tim SAR yang masih melakukan pencarian satu korban yang belum ditemukan.

Pelarangan aktivitas perahu tambang ini dikeluarkan oleh Polsek Balongbendo bagi 10 usaha layanan jasa perahu tambang yang ada.

"Perintah atasan, ditutup dulu sampai batas waktu yang ditentukan," kata Kompol Sutriswoko, Kapolsek Balongbendo kepada TribunJatim.com .

Polisi bahkan membuat garis polisi di dermaga-dermaga penyeberangan sebagai implementasi pelarangan operasi perahu tambang.

Baca: Dua Insiden Perahu Tambang Terjadi dalam Sepekan, Ini yang Akan Dilakukan Gus Ipul

Hal ini dikeluhkan para pekerja perahu tambang. Tugimin (61) satu di antaranya.
Warga Desa Penambangan, Balongbendo, ini hanya bisa pasrah perahu tambangnya diberi garis polisi dan dilarang beroperasi. Tugimin yang sudah 35 tahun menjadi penarik perahu tambang akan kehilangan uang Rp 50.000 per hari dari pelarangan operasi perahu tambang ini.

"Mau bagaimana lagi. Perahunya ada garis polisi, tak bisa disentuh," katanya kepada TribunJatim.com .

Kendati demikian, Tugimin memahami pelarangan ini akibat dua insiden yang terjadi.

"Kalau bisa segera dicabut larangannya. Sebab usaha ini jadi tumpuan ekonomi keluarga saya dan juga sesama penambang (penarik perahu tambang) yang lain," ujarnya.

Salah satu pengusaha perahu tambang lain, Yoyon (40), menyatakan Senin (17/4/2017) akan kembali beroperasi. Yoyon yang perahunya berada di kawasan Dusun Patuk, Desa Sidomulyo, Krian, ini akan kembali beroperasi karena sudah hari aktif sekolah.

"Yang pakai jasa perahu says mayoritas warga Krian yang sekolahnya di Gresik. Mereka selalu nambang (naik perahu tambang) untuk mempersingkat waktu. Makanya besok saya tetap beroperasi," tandas Yoyon.

Yoyon menegaskan perahu tambang miliknya berbeda dengan yang ada di Balongbendo, baik dari segi teknis penambangan maupun jenis perahunya.

Yoyon menerangkan perahunya memakai sistem tiga tali, yaitu dua tambang dan satu sling. Dua tambang dikaitkan di perahunya. Bahkan, tambang yang dikaitkan di perahunya itu terdiri dari dua simpul. Hal ini untuk penahan perahu sekaligus menetapkan posisi perahu secara permanen.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved