Marina Sempat Dicegah Ibunya Untuk Tidak Berangkat Mengikuti LMT
Duka mendalam juga dirasakan oleh ibu kandung Marina Satya Anggraini (34), Lela Ahadiyah (65).
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Duka mendalam juga dirasakan oleh ibu kandung Marina Satya Anggraini (34), Lela Ahadiyah (65).
Ia mengaku sangat terpukul karena kehilangan putri bungsunya dengan cara mendadak.
Sebelum berangkat ikut Leadership Managemen Training (LMT) yang diselenggarakan oleh PT PJB untuk calon atasan itu, Lela mengaku sempat melarang putrinya berangkat.
"Ia berangkat Kamis, sebelum itu dia pamitan. Ada yang nggak pas di hati saya. Biasanya kalau dia pergi keluar kota, keluar negeri biasanya saya itu hatinya pas aja, ini berat sekali," katanya kepada TribunJatim.com saat ditemui di rumah duka Jalan Pucang Adi No 63, Sabtu (22/4/2017).
Ia sempat menanyakan apa bisa kalau Marina tidak ikut dalam LMT itu. Memangnya mau jadi apa atau dampak apa untuknya kalau Marina nggak ikut LMT.
"Tapi dia jawab, susah ma, kalau nggak iku ini, persyaratannya banyak sekali, rumit. Padahal saya sudah ingatkan, medannya itu nggak cocok untuk perempuan, anakmu itu dua," ucapnya menahan tangis.
Baca: PT PJB Surabaya Tegaskan Karyawan yang Jadi Korban Tersambar Petir Berjumlah Sembilan Orang
Lela mengaku mendapat kabar bahwa putri bungsunya tersambar petir dari menantu melalui telepon pada Jumat malam.
Saat itu Lela sedang ada di rumahnya di Sidoarjo bersama dua putri Marina.
"Anaknya sudah bertanya-tanya, kapan bisa ketemu bunda, dimana nanti ketemu bunda. Tapi ternyata gimana, Marina sudah nggak ada," ulasnya.
Saat pamitan pada Lela, Marina sempat menceritakan bagaimana agenda LMT selama dua hari di Prigen tersebut.
Malam pertama, Marina dan teman-temannya akan tidur dalam satu tenda di hutan.
"Hari pertama katanya akan tidur di hutan. Hari keduanya tidurnya di tenda, tapi mulai jam dua sampai subuh nanti pisah jauh dari teman-temannya. Hanya pakai jas hujan, sudah mencar nggak sama-sama," katanya.
Untuk itu saat persiapan Marina meminjam bebrapa baju tebal milik Lela dan juga kaus kaki. Agar bisa membuat hangat selama di sana.
Marina juga sempat membeli garam dan senter untuk persiapan tidur di hutan tersebut.
"Saya semalaman nggak bisa tidur. Berdoa semoga nggak ada apa-apa di sana. Nggak ada hujan atai petir," kata Lela.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/marina-dan-keluarga_20170422_101543.jpg)