Marina Sempat Dicegah Ibunya Untuk Tidak Berangkat Mengikuti LMT
Duka mendalam juga dirasakan oleh ibu kandung Marina Satya Anggraini (34), Lela Ahadiyah (65).
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
Namun alam berkehendak lain. Musibah petir di sana justru membuat putrinya dipanggil ke sisi Allah.
Ia berusaha untuk pasrah menerima kepergian putrinya itu.
"Maunya tadi jenazah dibawa ke Sidoarjo, tapi karena takut anak-anak trauma jenazah di bawa ke Pucang. Sebab rencananya anak-anak Marina akan ikut sama saya di Sidoarjo," ucap Lela.
Sementara itu teman dekat Marina, Oki Oktaviani (33), mengatakan syok atas kepergian teman yang sudah dikenal sebelas tahun itu.
Sebagai teman satu angkatan di PT PJB, ia terbilang akbrab dengan Marina. Sebelum ikut LMT, Oki sempat mengiris pesan pada Marina.
"Saat mau ikut LMT, saya wa dia, saya tanya, mau ikut LMT ya, kamu yang santai ya. Lalu dia menjawab iya, dan ngasih emote love love, itu terakhir komunikasi saya dengan dia," katanya sedih.
Menurutnya setiap ada tugas luar kota, Marina memang sering keberatan atas tugas itu. Ia selalu memikirkan dua putrinya.
"Kan suaminya juga kerja luar kota sebulan sekali pulang," katanya.
Dalam bekerja Marina dikenal sebagai orang yang memegang teguh integritas dan pekerja keras.
Banyak rekan kantornya yang merasa kehilangan atas kepergian Marina. (Surya/Fatimatuz Zahroh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/marina-dan-keluarga_20170422_101543.jpg)