Waduh, Kota Malang Ternyata Sangat Rawan Bencana, 2 Hari Sekali Selalu Dihantam Bencana

Kota Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang sangat kerap terkena bencana alam.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Mujib Anwar
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Korban puting beliung tertimpa pohon dalam simulasi bencana untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di depan Balai Kota Malang, Rabu (26/4/2017). Simulasi bencana yang digelar BPBD Kota Malang dan diikuti sejumlah elemen masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan masyarakat dan pemangku kepentingan kebencanaan dalam menghadapi resiko bencana. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono menegaskan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) bukanlah seremonial belaka.

HKBN diperingati sebagai pengingat pentingnya rakyat Indonesia pada umumnya, juga Kota Malang selalu waspada dan bisa hidup berdampingan dengan bencana.

Pasalnya secara geografis, Indonesia merupakan daerah yang rentang terkena aneka bencana alam, termasuk di Kota Malang.

"Jadi HKBN bukan hanya sekadar seremonial tetapi bagaimana mewujudkan Kota Malang sebagai kota tangguh bencana, siap untuk selamat," ujar Hartono usai peringatan HKBN 2017 di Balai Kota Malang, Rabu (26/4/2017).

Baca: Kepala BPCB Trowulan Turun Teliti Situs Purbakala di Malang yang Bikin Heboh Media Sosial

Hartono mengingatkan, Kota Malang sebagai salah satu kota di Jawa Timur yang kerap terkena bencana alam berupa tanah longsor, rumah roboh, pohon tumbang, juga banjir.

Dia menyebut sejak Januari 2017 hingga 25 April 2017 terdapat 73 kejadian bencana alam. Peristiwa terbanyak adalah longsor dan rumah roboh, lalu diikuti oleh pohon tumbang dan banjir. Ini berarti, rata-rata setiap dua hari sekali selalu terjadi bencana.

"Seluruh bencana alam tersebut diakibatkan derasnya hujan, dan angin puting beliung," tegasnya.

Baca: Subhanallah, Di Penjara 2 Napi Kasus Pembunuhan ini Ngajar Mengaji 100 Anak Warga, Begini Kisahnya

Selain bencana alam, Kota Malang juga rentan terkena bencana kebakaran, epidemi penyakit, dan konflik sosial.

Hartono menambahkan untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota tangguh bencana, pihaknya melakukan sejumlah langkah baik pra bencana, bencana, maupun paska bencana.

Kebijakan terkait pra bencana antara lain dilakukannya sosialisasi pengenalan, peminimalan bencana, dan tindakan ketika ada bencana.

"Sedangkan ketika ada bencana, kami lakukan pengkajian cepat dan penanganan kedaruratan. Simulasi seperti yang kami lakukan hari ini juga dalam upaya penanganan ketika terjadi bencana," imbuh Hartono.

Sedangkan paska bencana berupa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk kelurahan tangguh bencana di Kota Malang, sudah terbentuk di 17 kelurahan. Kelurahan tangguh bencana ini ada yang diinisiasi memakai dana APBD ada juga yang diinisiasi oleh mahasiswa melalui program kuliah kerja nyata (KKN). (Surya/Sri Wahyunik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved