97 Pengguna Jalan Mati Sia-sia , Ini Penyebabnya
Sebanyak 97 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang digelar selama Operasi Patuh Semeru 2017 oleh jajaran Polda Jatim.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 97 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang digelar selama Operasi Patuh Semeru 2017 oleh jajaran Polda Jatim.
Angka kecelakaan yang digelar mulai 9-22 Mei itu mengalami kenaikan sebesar 29,33 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 75 orang.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera didampingi Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Jatim AKBP Edwi Kurniyanto, menjelaskan daerah yang patut diwaspadai oleh pengguna jalan adalah lima kawasan yang tersebar di Jatim
Kawasan itu meliputi wilayah Polres Pasuruan sebanyak 7 korban tewas, 2 luka berat dan 47 luka ringan. Polres Nganjuk 7 orang tewas, 1 luka berat dan 50 orang luka ringan. Polresta Sidoarjo sebanyak 6 orang tewas, 3 orang kuka berat dan 32 luka ringan.
Polres Banyuwangi sebanyak 6 orang tewas, 2 luka berat dan 28 luka ringan dan Polres Blitar sebanyak 5 orang tewas, 2 luka berat dan 20 orang luka ringan.
"Di lima kawasan yang masuk kategori jalur tengkorak sudah dipasang papan peringatan agar masyarakat berhati-hati," ujar Kombes Frans Barung, Senin (22/5/2017).
Selama berkendara, kata mantan Kabid Humas Sulsel, masyarakat diimbau agar kondisinya fit dan bisa mengendalikan emosional. Terlebih masyarakat tidak melanggar rambu yang ada.
Pasalnya, rata-rata kecelakaan itu berawal dari pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan.
"Sebentar lagi adalah Ramadhan dan Idul Fitri. Masyarakat hendaknya bisa mengendalikan diri," terangnya.
Sementara untuk data kecelakaan lalu lintas tahun 2016 tercatat 611 dan tahun 2017 ada 717 naik 17,35 %. Selama tahun 2016 ada korban 99 luka berat, tahun 2017 tercatat 65 korban luka berat dan mengalami penurunan 34,34 %. Tahun 2016 ada 791 luka ringan dan tahun 2017 sebanyak 1.044 naik 31,98 % dan kerugian materiil tahun 2016 sebesar Rp 810.575.000 dan tahun 2017 sebesar Rp 891.345.000 naik 9,96%.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) kegiatan operasi Patuh Semeru 2017, tahun 2017 sebanyak 118.916 pengguna kendaraan bermotor ditilang. Tahun 2016 tercatat 79.859 tilang ini mengalami kenaikan 49,91 %. Pengguna jalan yang ditegur petugas pada 2017 tercatat 3.944 teguran, tahun 2016 ada 248 teguran, ini mengalami kenaikkan sebesar 1.490 %.
Baca: Penari Striptis Ditemukan di Pesta Gay Kelapa Gading, Antara yang Senior dan Junior Tarifnya Beda
Jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran tahun 2016 sebanyak 70.418 motor, tahun 2017 sebanyaj 104.881 motor, mengalami kenaikkan 48.94 %. Sedang mobil pada 2016 tercatat sebanyak 5.302 unit dan tahun 2017 tercatat 7.840 unit, ini mengalami kenaikan 47,87 %.
Untuk tahun 2016 angka menunjukkan 453 mobil bus dan tahun 2017 sebanyak 722 naik 59,38 %. Tahun 2016 sebanyak 3.686 mobil barang dan tahun tahun 2017 sebanyak 5.472 naik 48,45 %.
Dalam anev itu juga dijelaskan pekerjaan pelanggar. PNS pada 2017 ada 2.390 orang dan tahun 2017 tercatat 3.426 orang naik 43,35 %. Tahun 2016 sebanyak 47.619 karyawan swasta dan tahun 2017 ada 69.198 naik 45,32 %.
Tahun 2016 ada 18.906 pelajar atau mahasiswa, tahun 2017 tercatat 30.016 naik 47.87 %. Tahun 2016 ada 3.334 pekerjaan pengemudi, tahun 2017 sebanyak 4.930 naik 47,87 %.(Surya/Anas Miftakhudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/operasi-patuh-semeru-di-sekitar-jalan-rajawali-surabaya_20170515_111609.jpg)