Gara-gara Hal Sepele, Warga Lamongan Nekat Blokir Jalan Nasional Pantura

Akibatnya, kemacetan kendaraan yang luar terjadi di jalan nasional di kawasan Pantura tersebut.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
SURYA/HANIF MANSHURI
Massa Aliansi Warga Gembong Babat, Lamongan saat menutup ruas jalan raya nasional dengan arak-arakan kendaraan saat menuju Kantor Kecamatan. Setelah tidak ada titik temu di Balai Desa Gembong Babat, Jumat (26/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Aliansi Masyarakat Gembong (AMG), Kecamatan Babat, Lamongan, tak hanya ngelurug ke balai desa Gembong, Jumat (26/5/2017).

Mereka juga memblokir Jalan Raya Surabaya - Lamongan saat perjalanan menuju Kantor Kecamatan Babat. Lantaran di balai desa massa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Kepala Desa Gembong, Siswo Muyoto.

Akibatnya, arak-arakan ratusan kendaraan warga membuat kemacetan luar biasa kendaraan yang lewat jalan nasional di kawasan Pantura tersebut.

Sejatinya, aksi massa Aliansi Masyarakat Gembong ini dipicu adanya dugaan kepala desa yang mempersulit langkah dua pelamar calon Sekertaris Desa Gembong dari empat pelamar.

Desa Gembong sedang membuka lamaran calon Sekretaris Desa Gembong. Dan terdapat empat pelamar diantaranya, Ainis Sholikhatin, Ikhwan Fakhrudin, Triyugo Setiono dan Suhendra (dua nama terakhir merupakan kerabat dekat kades, red).

Baca: Sebulan 20 Kali Minta Jatah Istri dan Rutin Njajan, Kakek ini Tetap Makan Cucu Sendiri yang Bocah

Empat nama sudah memasukkan lamaran dan menurut panitia desa, semuanya sudah memenuhi syarat administrasi.

Ternyata dalam proses selanjutnya, yang mestinya Kades Siswo Muyoto harusnya segera memintakan rekomendasi ke Camat Babat, Suharto, tidak juga dilaksanakan.

Hingga semua berkas itu berhenti di meja kades di balai desa. Praktis, pelaksanaan ujian atau tes pada Kamis (25/5/2017) tidak terlaksana.

Ada banyak alasan kepala desa tidak segera menggelar ujian. Salah satunya yang dipersoalkan adalah calon, Ainis Sholikhatin.

Bakal calon ini dinilai kades tidak bisa ikut dalam proses pencalonan sekdes, karena jabatan guru yang sudah bersertifikasi.

Bakal calon Ikhwan Fakhrudin juga ada sinyal diganjal kades. Sementara dua calon lain, Triyugo Setiono dan Suhendar dinilai yang paling sempurna dalam hal persyaratan.

"Ini adalah akal-akalan kades yang hanya ingin memuluskan calon dari kalangan keluarganya," kata Ainis Sholikhatin.

Baca: Tuntut Guru Cabul Dihukum Berat, Massa NU Geruduk Pengadilan Negeri Lamongan

Lantaran tercium adanya konspirasi yang diduga dilakukan kades, massa pendukung Ainis dan Ikhwan akhirnya sepakat malakukan aksi ke balai desa untuk menanyakan ke kades.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved