Bantu Tangkap Jaringan Pencuri Motor Antar-kota, Satpam SPBU Dapat Penghargaan
Keberanian Ahmad Fauzi (33), membantu kerja polisi dalam menangkap pencuri sepeda motor patut diacungi jempol. Tak berlebihan jika pada perayaan HUT k
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Keberanian Ahmad Fauzi (33), membantu kerja polisi dalam menangkap pencuri sepeda motor patut diacungi jempol. Tak berlebihan jika pada perayaan HUT ke-71 Bayangkara ini, Polres Blitar Kota memberi piagam penghargaan untuk satpam SPBU Jl Kalimantan itu.
Ahmad Fauzi sedang membantu mengarahkan kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jl Kalimantan saat Surya menghampirinya, Senin (10/7). Lajang asal Jl Kepulauan Seribu, Sananwetan, Kota Blitar, itu kebetulan masuk dinas pagi.
"Tadi pas penyerahan penghargaan saya tidak bisa datang, saya wakilkan ke teman. Kebetulan saya masuk pagi, tidak bisa meninggalkan pekerjaan," kata Ahmad Fauzi.
Sekilas penampilan Ahmad Fauzi tak seperti satpam lain yang bertubuh kekar dan tinggi besar. Perawakan Fauzi kurus dan tak terlalu tinggi. Seragam dinas lapangan warna cokelat yang saat itu ia kenakan terlihat longgar.
Baca: Pecah Celengan Demi Penerangan Rp 10 Juta, Rumah Yatim ini Listriknya Dicabut
Seragam dinas lapangan itu dibalut rompi bertuliskan security warna kuning mencolok. Saat berdinas ia lebih suka memakai topi untuk menutupi rambut cepaknya. Cara bicaranya juga kalem, tapi terkesan tegas. Siapa sangka dibalik penampilannya yang kalem, Fauzi memiliki nyali cukup besar.
Pada pertengahan 2016 lalu, pemuda berkulit cokelat itu sendirian menangkap pencuri sepeda motor di SPBU Jl Kalimantan. Berkat keberaniannya itu, Polres Blitar Kota memberikan piagam penghargaan ke Fauzi saat perayaan HUT Bayangkara.
"Saya diberi kabar soal pemberian penghargaan itu Jumat. Saya disuruh datang ke Polres saat upacara hari Senin. Tapi saya tidak bisa, karena masuk pagi," ujarnya.
Fauzi menceritakan ulang aksinya menangkap pencuri sepeda motor setahun lalu. Kala itu, ia sedang dinas malam. Menjelang tengah malam, ia melihat ada seorang pengendara mampir ke SPBU. Pengendara itu naik Honda Beat warna putih.
Kepada Fauzi, pengendara asal Malang itu izin bermalam di musala SPBU. Setelah memeriksa identitasnya, Fauzi mengizinkan pengendara itu bermalam di musala. Sepeda motornya diparkir di depan musala.
"Saat itu saya mencatat nomor polisi kendaraanya di telapak tangan," kata pria yang pernah menjadi satpam di pabrik AC di Malaysia itu.
Beberapa saat kemudian, ada seorang pria dengan jalan kaki masuk ke SPBU. Orang tak dikenal itu langsung menuju ke kamar mandi di SPBU. Setelah keluar dari kamar mandi, pria itu duduk di teras musala. Sedangkan pengendara sepeda motor sudah tidur di dalam musala.
Awalnya, Fauzi tidak curiga dengan orang yang duduk di musala. Ia membiarkan pria itu. Lalu Fauzi keliling di areal SPBU. Tak lama kemudian, Fauzi melihat Honda Beat warna putih keluar dari musala. Karena curiga Fauzi langsung ke belakang untuk mengeceknya.
Sesampai di belakang, Fauzi tidak mendapati pria yang duduk di teras musala. Honda Beat yang terparkir di depan musala juga tidak ada. Fauzi menegok ke dalam musala, ternyata pengendara Honda Beat masih tidur. Dari situ, Fauzi baru sadar pria yang duduk di teras telah mencuri sepeda motor.
Fauzi langsung menyalakan sepeda motornya untuk mengejar pelaku. Saat itu, ia melihat pelaku kabur ke arah selatan. Ia mengejar pelaku sendirian. Awalnya, ia sempat khawatir saat mengejar pelaku sendirian. Namun rasa khawatir itu lenyap dengan tanggung jawab yang harus ia jalankan sebagai sekuriti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-blitar-satpam-spbu-blitar_20170710_170945.jpg)