Mendebarkan, RSI Jemursari Operasi Pasien Tumor Otak Dalam Keadaan Sadar

Operasi berbahaya ini mengingatkan dengan Drama Korea ‘Doctors’ yang pernah hits dan dimainakn oleh Park Shin Hye dengan Kim Rae Won.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SULVI SOFIANA
Pasien yang didiagnosa tumor otak saat menyiapkan diri untuk operasi dengan teknik awake craniotomy atau bedah saraf waktu keadaan pasien sadar yang dilakukan di RSI Jemursari, Surabaya, Selasa (11/7/2017). 

“Gejala tumor yang diderita pasien ini masih minimal, hanya nyeri kepala, gangguan berfikir, bicara. Selain itu masih motoriknya biasa. Harapannya setelah operasi juga masih dalam keadaan prima,” ungkapnya.

Selain itu, tumor pada pasien juga belum bisa dilihat dengan batasan yang jelas. Dr Irwan memperkirakan diameter tumor tersebut sudah mencapai 4 sentimeter.

Hanya saja, keberadaan tumor tersebut telah mengakibatkan pembengkakan otak di sekeliling tumor.

Baca: Guru Besar UM ini Diangkat Jadi Deputi UKP Pembinaan Ideologi Pancasila, Inilah Tugas Beratnya

“Jaringan sekeliling tumor memang akan bereaksi dengan bengkak ini, makanya banyak fungsi yang berubah, seperti pengelihatan berpikir,” jelasnya.

Dr Teddy Apriawan SpBS, Asisten Dokter selam operasi menambahkan, operasi ini menjadi operasi pada pasien dalam keadaan sadar yang pertama kali dilakukan RSI Jemursari.

Beberapa tim yang terlibat dalam operasi ini diantaranya tim anestesi, tim intramotorik monitoring, dan tim bedah syaraf.

Anestesi yang memberikan bius untuk menidurkan pasien sementara selama persiapan oprasi. Tim intramotorik monitoring akan memasang semua alat untuk mengetahui fungsi gerakan, bahasa dan pusat-pusat emosi.

Baca: Pemkot Batu Sulap Gedung Pertemuan Mewah ini jadi Kebun Binatang Mini

Terakhir tim bedah syaraf yang akan melakukan pengangkatan tumor dalam keadaan sadar.

“Setelah persiapan tim anestesi dan intramotorik monitorings elesai, pasien akan dibangunkan dan dimulai pengangkatan tumor. Jadi pasien sadar dengan kondisi kepala terbuka, dan tim intramotorik monitoring akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan keadaan jaringan normal tidak terambil,” tegasnya.

Usai proses pengambilan tumor, pasien akan kembali ditidurkan untuk proses penutupan luka operasi. (Surya/Sulvi Sofiana)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved