Sekolah di Area 3T Banyak yang Belum Terpenuhi Pagu PPDB-nya, Faktor Kultur Diduga Jadi Penyebabnya
Dinas Pendidikan Provinsi Jatim terpaksa memperpanjang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA sampai akhir bulan Juli 2017.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Provinsi Jatim terpaksa memperpanjang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA sampai akhir bulan Juli 2017.
Hal tersebut dilakukan karena belum terpenuhinya pagu di berbagai SMA.
Terutama di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Baca: Aneh, Meski PPDB Online Diperpanjang, Lima SMA Negeri ini Tetap Kekurangan Siswa
Sejalan dengan keadaan, aturan tersebut hanya diperuntukkan untuk SMA di kawasan 3T saja.
Saiful Rachman mengungkapkan, ada dua masalah yang menyebabkan tidak terpenuhinya pagu di SMA kawasan 3T.
"Karena kultur di daerah tersebut, baru lulus SMP, sudah kerja untuk membantu orang tua," ujar Kadisdik Jatim, Saiful Rachman, Kamis (13/7/2017).
Daerah 3T yang dimaksud Saiful berada di Madura, Tapal Kuda (Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso), serta Malang Selatan.
Baca: VIDEO: Wanita Ini Siap Telanjang Jika Anaknya Ditolak di SMP Tujuannya, Netter Salfok Reaksi Pak RT
Pemprov Jatim juga mempermudah PPDB di masa perpanjangan ini.
Yaitu dengan tidak menggunakan aturan apapun, termasuk zonasi.
"Tidak ada zonasi, langsung sekolah saja, kita ingin memfasilitasi mereka yang ingin sekolah" tambah Saiful.
Untuk masalah kedua, karena memang calon siswa yang jumlahnya sedikit.
"Memang dipaksapun tidak bisa, tapi coba kita berikan kesempatan," kata Saiful.
Baca: Menu All You Can Eat Mbakar Iwak Holiday Inn Express, Bayar Segini, Puas Pilih Ikan dan Sambalnya
Sedangkan untuk SMA dan SMK di daerah perkotaan tidak mengalami kekurangan pagu.
Hanya ada satu SMK yang beberapa kursinya masih kosong, yaitu SMK 12 Surabaya.
"Mungkin karena peminatannya seni ya, tapi segera terpenuhi juga insyaallah," tutur Saiful.
Walaupun sepi peminat, Saiful mengatakan, tidak serta merta akan menutup jurusan-jurusan tersebut.
"Kita cari solusi dengan sertifikasi agar pekerjaan ke depannya jelas," lanjut Saiful.
Baca: Bukan Despacito Saja yang Liriknya Tak Pantas Dinyanyikan Anak Kecil, Lima Lagu Hits Ini Juga