Pengemis di Terminal Purabaya Surabaya Sampai Ada yang Anak Kecil, Diduga Korban Eksploitasi
Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang harusnya bersekolah, juga harus menghadapi debu dan panas terik matahari di kawasan Terminal Purabaya.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Membuang muka dan hanya menggelengkan kepala, begitulah sikap tiga pengemis saat ditanyai TribunJatim.com soal kehidupannya di Terminal Bungurasih Surabaya, Sidoarjo, Senin (17/5/2017).
Wanita paruh baya yang nampak lumpuh dan hanya duduk di kursi roda ini, setiap hatinya mengacungkan gelas plastik berisi uang receh.
Sesekali jika mereka mendapat uang kertas nominal besar, langsung diambil dan diselipkan ke kantongnya.
"Ndak banyak dapatnya (uang). Tolong jangan tanya terus," ucapnya saat ditanyai TribunJatim.com.
Baca: Video Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully Sampai Bikin Dewi Sandra Ceritakan Kisah Pilu Adiknya
Selain wanita paruh baya, seorang pria yang juga lumpuh nampak duduk di atas tikar, tepat di pintu masuk kamar kecil.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang harusnya bersekolah, juga harus menghadapi debu dan panas terik matahari di kawasan Terminal Purabaya.
Sesekali anak-anak itu naik bus untuk menyodorkan amplop.
Anak-anak ini juga enggan diwawancarai oleh TribunJatim.com.
Mereka langsung lari atau berjalan cepat menghindari wartawan.
Baca: Niat Jadi Pahlawan Berhasil Tangkap Perampok, Gegara Aksinya, Malah Pria Ini yang Masuk Penjara
Kepala Unit Pengelolaan Terminal Purabaya, Hardjo menjelaskan, keberadaan pengemis menurutnya adalah korban eksploitasi.
Hardjo menambahkan, tak hanya orang dewasa berkebutuhan khusus, anak-anak juga menjadi korban dari orangtuanya yang tak bekerja.
Mereka hanya mengandalkan penghasilan dari anaknya yang mengemis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pengemis-di-terminal-purabaya-surabaya-sidoarjo_20170717_141950.jpg)