Dukung Pembubaran HTI, PW GP Ansor Jatim: Mereka Itu Hidup Segan Mati Tak Mau

Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid menyebut langkah pemerintah untuk mencabut status badan hukum Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat.

Tribun Bali
Anggota Hizbut Tahrir Indonesia menolak penyelenggaraan kontes Miss World dengan berunjuk rasa di Kota Bandung, 4 September 2013. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid menyebut langkah pemerintah untuk mencabut status badan hukum Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat.

Pasalnya menurut Rudi, HTI sudah melakukan pergerakan separatisme dengan mengajarkan paham radikal termasuk di Jawa Timur.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, bahwa langkah HTI untuk merekrut anggotanya adalah dengan memainkan isu di daerahnya.

"Mereka mencari muka dan simpati kepada masyarakat, lalu masyarakat yang tidak tahu akan ikut HTI, grand design itu sudah lama dilakukan," tambahnya.

Baca: KSHUMI Tak Terima Badan Hukum Hisbut Tahrir Indonesia Dicabut, Ini Alasannya

Di Jatim sendiri, menurut Rudi jumlah pengikut HTI tidak begitu besar namun propaganda yang dilakukannya akan semakin berbahaya jika tidak dibubarkan.

"Mereka itu hidup segan mati tak mau," tutur Rudi.

GP Ansor Jatim pun berkomitmen akan mengawal pencabutan status badan hukum Ormas HTI termasuk pelaksanaan Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017.

"Semua produk negara harus di kawal," cetusnya.

Ia juga menegaskan bahwa GP Ansor Jatim akan cepat tanggap untuk melaporkan kepada kepolisian jika masih menemukan pergerakan HTI di Jatim.

"Kamipun akan membantu jika aparat meminta bantuan kepada GP Ansor Jatim," tuturnya.

Baca: Ketangkap Basah Miliki Sabu-sabu, Pria Ini Dicokok Satres Narkoba Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved