Ratusan Pengungsi Asing Ngendon di Puspa Agro, Polresta Sidoarjo Panggil Lembaga PBB UNHCR

UNHCR dipanggil karena para pengungsi sudah merasa frustasi dengan keadaan mereka.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Mujib Anwar
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Pengungsi Afganistan Bunuh Diri di Rusun Puspa Agro Sidoarjo. 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Polresta Sidoarjo akan memanggil lembaga PBB yang mengurusi pengungsi, yakni United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Ini dilakukan terkait permasalahan ratusan pengungsi asing yang saat ini berada di Puspa Agro, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

"Pemanggilan UNHCR ini untuk menyelesaikan permasalahan suaka ratusan pengungsi dari sembilan negara tersebut," ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, Kamis (3/8/2017).

(Komplotan ini Didik Anak-anak Jadi Jambret, Sekali Beraksi Tiap Bocah Harus Setor Rp 1 Juta)

Menurut Himawan Bayu Aji, pemanggilan UNHCR ini merupakan lanjutan dari sidak yang dilakukan Senin (31/7/2017) lalu. Pihaknya juga melakukan komunikasi dengan para pengungsi tersebut.

"Pemanggilan ini untuk mencari solusi penyelesaiannya," jelasnya.

Himawan menuturkan komunikasi yang telah dilakukan dengan para pengungsi mengerucut pada satu titik, yaitu para pengungsi ingin adanya kepastian suaka. Lembaga internasional yang bisa memberikan itu adalah UNHCR.

Dirinya memahami rasa frustasi para pengungsi yang tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan bebas.

(Berduaan di Pantai Madura, Pasangan Kekasih ini Malah Jadi Budak Seks Hingga Meregang Nyawa)

Kendati demikian, pihaknya telah meminta para pengungsi tersebut untuk tetap berkelakuan baik dan tidak melanggar hukum Indonesia.

"Kami hanya memfasilitasi untuk penyelesaiannya saja. Kami jadwalkan 22 Agustus mendatang," sambungnya.

Dikatakan, warga Kota Delta di sekitar penampungan diharapkan turut memantau para pengungsi tersebut. Para pengungsi itu tidak boleh bekerja dan menikah.

Himawan mengimbau warga di sekitar penampungan untuk menjaga ketentuan itu.

(Diiming-imingi Mau Dinikahi, Pria Predator Anak ini Setubuhi Siswi Cantik Hingga Melahirkan)

Sebab, untuk kehidupan sehari-hari, para pengungsi itu telah mendapatkan bantuan uang dari lembaga kemanusiaan IOM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved