Kemiskinan Masih Tinggi Walau Sudah Ada Dana Desa, Ini Penyebabnya Menurut Pakde Karwo

Soekarwo menjelaskan penyebab adanya kemiskinan di desa, lantaran kesalahan sistem dari perangkat dalam menggunakan anggaran dana desa

Penulis: Adeng Septi Irawan | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ADENG SEPTI IRAWAN
Gubernur Jatim Soekarwo usai sidang paripurna di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (22/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Adeng Septi Irawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, angka kemiskinan di Jawa Timur masih tergolong tinggi, utamanya di daerah-daerah pedesaan yang tersebar pada berbagai wilayah di Jawa Timur.

Tercatat, kawasan pedesaan di pulau Madura masih mendominasi dari berbagai daerah lainnya di Jawa Timur.

Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura.

(Jelang Laga Lawan Persija Jakarta, Dane Milovanovic Akan Datang ke Madura dalam Hitungan Hari)

Diduga kasus yang menyeret sejumlah petinggi Kabupaten itu berkaitan dengan permasalahan dana desa yang digelontorkan Pemerintah Pusat tiap tahun kepada setiap desa di seluruh Indonesia.

Menyikapi hal ini, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menjelaskan penyebab adanya kemiskinan di desa, lantaran kesalahan sistem dari perangkat dalam menggunakan anggaran dana desa dari Pemerintah Pusat.

"Soal infrastruktur desa misalnya, dalam pembangunan jalan desa harusnya menggunakan produk paving batako asal desa itu sendiri, jangan beli di kota," ucap Soekarwo kepada wartawan, Kamis (17/8/2017).

Menurutnya, jika paving beli di kota akan menimbulkan capital plan, uang itu akan terbang masuk ke kota tidak kembali lagi ke wilayah pedesaan.

Uang dana desa secara otomatis akan masuk ke dalam kantong orang kota, bukan masyarakat desa.

(Tak Terdengar Ada Masalah, SWAG Couple Lee Sung Kyung dan Nam Joo Hyuk Putus, Kenapa Ya?)

Berdasarkan diskusi beberapa waktu lalu, Soekarwo mengatakan, uang dana desa yang jumlahnya lumayan banyak tersebut tak memberikan umpan balik kepada masyarakat miskin pedesaan.

Hal itu karena dikonsumsi oleh masyarakat kota.

Soekarwo melanjutkan, terkait kualitas paving jalan desa produk sendiri yang jelek masih kalah dengan produk kota, ia tak mempermasalahkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved