Perangi Konten Negatif Medsos, Pelajar Banyuwangi Diajak Lakukan Ritual ini
Banyaknya konten di medsos berisi caci maki, hinaan, dan saling menyalahkan memprihatinkan semua pihak dan terus disikapi serius dengan berbagai cara.
Penulis: Haorrahman | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Saat ini banyak konten di media sosial (medsos) berisi caci maki, hinaan, dan saling menyalahkan. Bahkan konten-konten negatif itu banyak dilakukan oleh anak-anak muda.
Banyak pengguna medsos dengan mudahnya melontarkan kalimat-kalimat yang buruk, bahkan ditujukan pada akun tokoh masyarakat, tokoh agama, pemimpin, dan lainnya.
Untuk mereduksi itu, Banyuwangi menggelar ”Ziarah Kebangsaan” diikuti pelajar SMA/SMK/MA di Banyuwangi, yang resmi diberangkatkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin malam (21/8/2017).
Proses untuk mengikuti program ini, peserta harus memposting konten-konten semangat kebangsaan minimal di dua media sosial, baik facebook, twitter, instagram, dan lainnya.
"Sekarang ini pengguna medsos dengan mudahnya melontarkan kebencian, saling menyalahkan, dan lainnya. Harus ada upaya untuk mereduksi itu," ujarnya, Selasa (22/8/2017).
(Snorkeling di Pulau Gili Ketapang, 7 Orang Diterjang Ombak, Pemuda Sidoarjo Tewas)
Dengan cara itu, sedikit demi sedikit mereduksi konten-konten negatif di medsos, serta membiasakan anak-anak untuk memposting hal-hal yang positif.
Dengan program ini menjaring lebih dari 500 unggahan bertema kebangsaan di media sosial dari para pelajar, yang kemudian diseleksi hingga terpilih 50 pelajar untuk mengikuti Ziarah Kebangsaan.
Mereka yang terpilih diajak selama dua hari berziarah ke makam proklamator dan Presiden pertama Ir Sukarno, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, Menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim, dan Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
(Karena Hal Sepele, Lokasi Wisata Bukit Jomblo di Tulungagung Dihancurkan Pengelola)
”Selama berziarah mereka menyelami pemikiran para tokoh. Semoga ini menginspirasi anak-anak sekalian untuk semakin mencintai negeri. Ini angkatan pertama, nanti ada angkatan berikutnya dengan tujuan berbeda, seperti KH Ahmad Dahlan dan sebagainya,” tegasnya.
Selama ziarah, para pelajar ini didampingi oleh guru sejarah, yang menjelaskan bagaimana peran tokoh-tokoh tersebut.
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahya mengatakan, ini merupakan langkah positif yang dilakukan Banyuwangi. Di mana saat ini, banyak generasi muda yang mulai luntur rasa kebangsaannya.
"Saya apresiasi ini langkah awal yang positif. Saya harap program ini diteruskan, dan selanjutnya ke lebih banyak tokoh bangsa yang lain," katanya.
(Mau Diajak Istri Salat Subuh Berjamaah, PNS di Malang ini Malah Gantung Diri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ziarah-kebangsaan-di-banyuwangi_20170822_115112.jpg)