Relief Ruwatan Bethari Durga Bikin Candi Tegowangi Peninggalan Majapahit Selalu Menarik Dikunjungi
Candi Tegowangi peninggalan Kerajaan Majapahit ini terhampar di lahan hijau ribuan hektare.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dalam sebulan tak kurang dari 3500 orang pengunjung datang ke Candi Tegowangi, di Kabupaten Kediri.
Namun sayang, banyak pengunjung mengeluhkan sarana tempat ibadah yang tidak tersedia di area candi peninggalan masa Kerajaan Majapahit itu.
Hampir setiap hari cagar budaya candi Tegowangi berada di Dusun Candirejo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri ini selalu ramai didatangi oleh pengunjung.
Kawasan Candi Tegowangi itu menempati lahan hijau milik negara seluas 2.200 hektare.
Hingga saat ini Candi peninggalan masa Kerajaan Majapahit berumur 650 tahun itu masih terjaga keasliannya.
(Tiket Dijual Rp 10 Jutaan, Ratusan Orang Ikuti Festival Seks di Hutan)
Meski pembangunan candi pada masanya itu belum tuntas, ada ketertarikan tersendiri bagi orang untuk mengunjungi tempat ini.
Banyak pohon yang berjejer di sekitar candi membuat suasanya menjadi asri.
Biasanya, pengunjung menghabiskan waktunya di bawah pohon yang sudah dilengkapi fasilitas tempat duduk tersebut.
Meski tempat duduk sederhana terbuat dari bambu itu cukup nyaman untuk dibuat bersantai.
Biasanya, tempat ini ramai dikunjungi oleh sejumlah pelajar dari kampung Inggris Tulungrejo Pare.
(Bos Disk Jockey ini Bertahun-tahun Jadi Budak Narkoba, Begini Penyesalannya)
Tak jarang di lokasi itu sering dipakai pelajar sebagai tempat berdiskusi bersama.
Seorang pengunjung bernama Fani mengeluhkan fasilitas yang ada di lokasi ini. Ia sempat kebingungan saat akan menunaikan ibadah salat.
"Kalau tempat wudlunya sih ada. Tapi musala yang nggak ada," terang Fani kepada Surya kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/candi-tegowangi-di-kediri_20170823_151458.jpg)