Terungkap, Sebanyak 125 Ribu Warga Surabaya Ternyata Krisis Air Bersih
Surabaya sebagai Kota Metropolis dan ibukota Provinsi ternyata masih banyak menyisakan masalah terkait penyediaan air bersih ke warga.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada mengakui masih belum optimalnya kualitas layanan air ke pelanggan di sejumlah wilayah di Surabaya.
Terutama di wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Utara. Setidaknya masih ada sebanyak 125 ribu pelanggan yang hanya mendapatkan air bersih selama beberapa jam saja aatau tidak kontinyu.
"Sebanyak 125 ribu itu adalah bagian dari keseluruhan 560 ribu pelanggan kami, yang penggunaan air bersihnya hanya 5-10 meter kibik saja per harinya," ucap Dirut PDAM Surya Sembada, Mujiaman, Jumat (24/8/2017).
Padahal jumlah konsumsi air PDAM secara normal adalah 30 meter kibik per harinya.
(Pacitan Darurat, 35 Desa Langka Air dan 28 Desa Lainnya Kering Kritis)
Jumlah pelanggan yang penggunaan airnya rendah itu dikarenakan masih belum sampainya air secara kontinyu ke pelanggan. Seperti layanan air bersih hanya mengalir saat malam hari saja.
"Saya senang ketika media dan masyarakat menyebut bahwa ini adalah krisis air. Artinya ini memacu kami untuk terus meningkatkan layanan sampai di kawasan terjauh dari instalasi pengeolahan air minum kita," kata Mujiaman.
Lulusan Teknik Kimia ITS ini menyebutkan krisis air di Surabaya Barat khususnya dan juga di Surabaya Utara ini sudah berlangsung sejak lama. Namun hingga kini belum ada solusi yang jitu untuk mengatasinya.
"Tahun ini kita akan segera membuat reservoar. Anggarannya sudah digedok dan akan dibangun di delapan titik di kawasan yang sedang krisis air," jelasnya.
(ITS Launching Mobil Balap Formula Sapu Angin Generasi Terbaru)
Yaitu di Ketegan, Pradah, Putat Gede, Krembangan, Oso Wilangun, Pegirikan, Perak dan Lakarsantri. Yang paling besar ada di Ketegan dengan kapasitas 10 ribu meter kibik dengan anggaran Rp 30 miliar.
"Kemudian di Perak itu sekitar Rp 3 miliar dengan kapasitas 5 ribu meter kibik. Sedangkan titik yang lain lebih kecil sekitar seribu meter kibik kapasitas reservoarnya," imbuhnya.
Ia menyebutkan, kurangnya kontinyuitas suplai layanan air bersih di wilayah tersebut disebabkan karena pompa yang tidak kuat memberikan tekanan sampai ke wilayah terjauh.
Sehingga harapanbya reservoar ini bisa menjadi solusi penambahan tekanan ke 125 ribu pelanggan tersebut. Termasuk di Kandangan, Benowo, Wonosari dan Pegirikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pdam-surabaya-layanannya-payah_20170823_154831.jpg)