Malam Penculikan G 30S PKI Meletus, Presiden Soekarno Lakukan Hal Ini Bersama Dewi di Tempat Ini

Pada malam penculikan para jenderal oleh PKI, Presiden Soekarno malah begituan sama Dewi.

Editor: Januar
Istimewa
Soekarno dan Dewi 

Karena tidak ada lagi sesuatu yang perlu mendapat perhatian apalagi pengawalan dan Presiden sendiri tidak memerintahkan Maulwi tetap berada di Istana, maka pada pukul 24.00 WIB setelah melapor Presiden, Maulwi pulang ke rumahnya di Jalan Birah II No.81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 01.00 dini hari Maulwi kemudian tidur.

Baca: Gandeng 2 Ormas Besar, Kampanye Imunisasi Lamongan Sukses Capai 99,54 Persen

Baca: Jamu Persegres di Kandang Sendiri, Persela Lamongan Tak Bisa Mainkan Ivan Carlos, Kenapa?

Tapi begitu Maulwi pulang Bung Karno setelah berganti baju dengan dikawal Kompol Mangil dan timnya yang berpakaian preman, ternyata keluar dari Istana Merdeka dan berkendaraan menuju rumah Ratna Sari Dewi Sukarno yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto (sekarang museum Satria Mandala).

Dewi ternyata sedang menghadiri malam resepsi di Hotel Indonesia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Irak di Jakarta.

Bung Karno dan rombongan kemudian menyusul ke Hotel Indonesia dan menunggu di tempat parkir halaman hotel.

Sedangkan Soeparto, sopir pribadi Presiden menjemput Dewi yang dikawal anak buah Mangil, Ajun Inspektur II Sudiyo.

Baca: Kenalkan Tradisi Pesantren di Banyuwangi, Pembalap dari Berbagai Negara Kenakan Sarung dan Songkok

[22:08, 9/29/2017] Cindy TribunJatim:

Baca: Laga Kontra Persigo Semeru FC, Persebaya Surabaya Siap Amankan 3 Poin Laga Kandang

Setelah Dewi masuk ke mobil Bung Karno rombongan yang baru saja “bergadang” itu meneruskan perjalanan menuju rumah Dewi di jalan Gatot Subroto.

Pada dini hari itu pula di kawasan sisi timur Jakarta yang hanya berjarak kurang dari 10 km dari kawasan jalan Gatot Subroto telah terjadi aksi penculikan dan pembunuhan para jenderal yang kemudian menjadi Pahlawan Revolusi.

Presiden Soekarno sendiri baru tahu aksi penculikan para jenderal itu saat mengamankan diri di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Oktober 1965 menjelang tengah hari.

Sumber : buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno

Sumber: Intisari
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved