Warga Temukan Bocah Bugil, Leher Dirantai di Dapur, yang Terjadi di Rumah Tentara Ini Mengejutkan!
Rumah seorang tentara mendadak heboh warga lantaran penemuan mengerikan polisi terkait kekerasan anak di rumahnya.
Penulis: Ignatia Andra | Editor: Ignatia Andra
TRIBUNJATIM.COM - Kekerasan pada anak masih kerap terjadi dan seringkali menimpa dengan peristiwa yang teramat sadis.
Seorang bocah memang wajar memiliki segudang sikap nakal yang membuatnya dinilai buruk oleh orang tuanya.
Tetapi, anak juga merupakan titipan yang kuasa kepada para orang tua.
Pengawasan dan pendidikan mental dini kepada anak tampaknya masih sering disalah gunakan.
15 Tahun Bocah Laki-laki Ini Ngeluh Perutnya Melilit, Usai Operasi, Dokter Justru Temukan. .
Sejak lahir ke dunia, anak-anak memang masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Dan itu pula yang memicu kemarahan orang tua yang punya emosi meluap-luap pada anaknya.
Normal, seorang bocah melakukan kesalahan yang tak dapat dikendalikan.
Menjadi tanggung jawab dan tugas orang tua untuk memberi mereka nasehat serta pengertian yang pantas.
Bukan dengan kekerasan yang menambah keras mental anak menjadi pribadi yang kasar.
Pakai Senjata Tak Bertuan Berburu Celeng di Hutan, Dua Orang ini Ditangkap, Pengakuannya Mengejutkan
Tetapi, ternyata beberapa orang tua moderen cenderung punya metode sendiri yang kadang tak bekerja baik pada buah hatinya.
Di masa transisi dari bocah menjadi remaja, anak-anak memang rentan dengan berbagai perbuatan nakal.
Seperti membolos sekolah, malas mengerjakan PR, atau kelakuan lain seperti berkelahi.
Seharusnya para orang tua harus bijak dalam mendampingi mereka saat berada di posisi semacam itu.
Tidak dengan menambahkan keriuhan suasana hati sang anak dan cenderung berlaku keras padanya.
Satu kasus mengerikan baru saja menghebohkan dunia maya seantero negeri.
Semobil dengan 2 Pria, Wanita Cantik Ini Dipaksa Begituan, Korban Pasrah Saat Pelaku Lakukan Hal Ini
Kekerasan yang terjadi pada seorang bocah berusia 10 tahun di sebuah lokasi yang tak lain tak bukan adalah rumahnya.
Apa lagi yang nyaman kalau bukan rumah, tempat berkumpulnya keluarga dan orang-orang tersayang.
Tapi, ternyata bocah 10 tahun ini mungkin merasa rumah akhirnya menjadi neraka baginya.
Heboh di media massa negara Malaysia, sebuah hukuman yang tak biasa dan termasuk sangat kejam.
Mungkin hanya saja tak terlihat, di Indonesia hukuman semacam ini juga tak dipungkiri terjadi.
Rumah Pasutri Ini Dimasuki 2 Pria, Suaminya Dibantai Hingga Tewas, Sang Istri Diginiin Para Pelaku
Dikutip dari World of Buzz, cerita berawal dari seorang tetangga sebelah rumah dinas milik tentara dari daerah Kuantan, Malaysia.
Tentara berusia 32 tahun tinggal bersama istri dan kelima anaknya dalam sebuah daerah perumahan.
Pada tanggal 5 Oktober 2017 kemarin laporan masuk kepada pihak kepolisian setempat tentang pemandangan mnegerikan di dapur rumah pria berstatus tentara itu.
Pria 32 tahun yang merupakan ayah kandung dari anak korban kekerasan tampak bertugas di daerah bernama Batu 10.
Ternyata, tak diduga sebelum bertugas ia meninggalkan anaknya untuk menjalani hukuman terkeji yang tak manusiawi.
Anak ketiga dari 5 anaknya ini dirantai dengan rantai besi dan gembok besar pada sebuah tabung gas LPG.
Gadis Buta Diperkosa Teman Kakeknya di Rumahnya Sendiri, Usai Disetubuhi, Korban Juga Dibeginikan
Ia ditelanjangi dan dikurung kurang lebih 1x24 jam di rumahnya daerah bernama Bandar Indera Mahkota.
"Setelah kami gedor pintu depan rumah tak ada yang menjawab, anggota polisi mengecek dari jendela belakang rumah, korban sedang dirantai di leher mengikatnya dengan tabung LPG," ungkap polisi Adul Aziz Saleh dikutip dari Malay Mail.
Kemudian, secara paksa polisi segera mendobrak pintu dan berusaha menyelamatkan si bocah.
Bocah laki-laki itu sesegera mungkin diantar ke rumah sakit tengku Ampuan Afzan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
"Yang berhasil kami himpun dari korban, ia mengaku telah membolos dari sekolah beberapa hari yang lalu, itu yang memicu kemarahan sang ayah yang saat ini sedang diproses lebih lanjut" tutup kepala distrik polisi bidang kekerasan anak, Abdul Aziz.
Dikutip dari World of Buzz, sang ayah yang merupakan anggota tentara angkatan darat Malaysia sedang dievakuasi dari lokasinya bertugas.
Saat ini, ia ditahan untuk proses hukum lanjutan seminggu ke depan.
Usai Merampok TK, 2 Pria Ini Juga Perkosa 2 Perempuan, Korban Juga Dibeginikan Setelah Diperkosa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penemuan-bocah_20171007_151536.jpg)