Hasil Rekonstruksi Pembunuhan Geluran Taman Sidoarjo Terindikasi Berencana

"Hasil yang kami peroleh dari rekonstruksi ini menunjukan pembunuhan ini sudah direncanakan," kata Bobby.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Proses rekonstruksi pembunuhan seorang pria yang dimasukkan ke dalam sumur dan ditutup bebatuan di Geluran Sidoarjo Jawa Timur, pada Rabu (1/11/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pembunuhan terhadap Andi Prawangsa (19) yang dimasukkan ke dalam sumur cor-coran sudah direncanakan secara matang oleh tersangka utama, yaitu Abu Daud (27).

Hal ini terungkap setelah tim Jatanras III Ditreskrimum Polda Jatim menggelar rekinstruksi pembunuhan tersebut di TKP, yaitu sebuah lahan kosong di Desa Geluran, Taman, Rabu (1/11/2017).

Kasubdit Jatanras III Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Bobby Paludin Tambunan, mengatakan dari reka ulang pembunuhan tersebut pihaknya dapat mengetahui pembunuhan terhadap Andi sudah direncanakan dengan matang oleh tersangka.

"Hasil yang kami peroleh dari rekonstruksi ini menunjukan pembunuhan ini sudah direncanakan," kata Bobby.

Bobby menuturkan sebelum melakukan rekonstruksi di TKP, pihaknya pun telah melakukan rekonstruksi serupa di Mapolda Jatim. Saat rekonstruksi di Mapolda, ada 74 adegan proses pembunuhan tersebut.

Namun, ketika rekonstruksi dilakukan di TKP, pihaknya hanya menampikkan 69 adegan reka ulang.

Bobby menyatakan hal ini merupakan hal yang biasa, karena ketika berada di TKP asli, para tersangka akan kembali mengingat kejadian yang sesungguhnya untuk diperagakan.

Bisa saja ada adegan yang terlewat atau adegan yang ternyata tidak dilakukan.

"Namun berkurangnya adegan ini tak mengurangi fakta dan bukti lapangan," sambungnya.

Pembunuhan yang sudah direncanakan itu disimpulkan setelah tersangka Daud mengumpulkan sembilan rekannya unuk menghabisi korban Andi.

Ketika Andi dijemput paksa oleh tersangka Daud dan Gofur dari daerah Pepelegi, delapan anak sudah menunggu di TKP. Delapan anak ini diperintahkan Daud untuk datang ke TKP yang rencananya akan ikut menganiaya korban.

Ada tiga babak peristiwa pembunuhan ini berdasarkan lokasi yang dilakukan. Babak pertama bertempat di sisi barat lahan kosong. Di lokasi ini, korban Andi dianiaya dan dipukuli hingga nyaris tewas.

Setelah Andi dalam kondisi kritis, lokasi berpindah di sebuah bangunan. Di lokasi ini, korban Andi meregang nyawanya.

Setelah Andi benar-benar tewas, babak terakhir rekonstruksi berpindah lokasi di sumur tempat para tersangka membuang jenazah korban.

Yang membuat kasus ini terbilang sadis adalah upaya tersangka utama Daud yang ingin menghilangkan jejak keberadaan Andi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved