Nelayan di Lamongan Digerojok Konvertet Kit, Juga Alat Canggih Pendeteksi Populasi Ikan

Perhatian kepada para nelayan saat mulai lumayan seiring dengan diberikannya gerojokan peralatan canggih dari pemerintah untuk mereka.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
SURYA/HANIF MANSHURI
Ketua RN Paciran Lamongan Mukhlisin dan para nelayan menerima bantuan mesin konverter kit, Kamis (2/11/2017). 

TRIBUNJARTIM.COM, LAMONGAN - Sebanyak 279 nelayan di Paciran, Lamongan mendapat bantuan konverter kit, Kamis (2/11/2017).

Penyerahan bantuan dalam rangka konversi BBM ke BBG dilakukan Eni Maulani S, Anggota DPR RI Fraksi Golkar
Komisi VII, didampingi Sekertaris Ditjen Migas, Susyanto, Kepala Dinas KKP Lamongan Moko dan Perwakilan PT Pertamina sebagai mitra.

Wiwit, seorang nelayan mengaku gembira mendapat bantuan tersebut. "Ini akan mengurangi biaya dan menambah penghasilan," ujarnya.

Apalagi ditambah alat pendeteksi ikan yang membantu memudahkan nelayan mencari sasaran dan penangkapan.

Sementara Eni Maulani mengatakan, pemberian bantuan konverter kit ini untuk meringankan beban para nelayan.

Curi Mobil MPU di Lamongan dan Dibawa ke Jateng, Pria ini Tiba-tiba Gila dan Bikin Pusing Polisi

Tiga hari sebelumnya, dalam rangkaian konversi, juga dilakukan pembagian bertahap alat konverter BBG untuk nelayan di Lamongan.

Menurut Eni, program konversi nasional bahan bakar minyak ke gas atau BBG tahun 2017 merupakan program nasional yang dirancang presiden dalam rangka konversi BBM ke BBG sebagai bahan bakar perahu nelayan untuk menangkap ikan.

Sebagai anggota Komisi VII dan Banggar DPR RI, dia mengaku bangga karena konversi gas ini bisa terealisasi.

Konversi BBM ke BBG ini diperuntukkan bagi nelayan dengan kapasitas mesin dibawah 6 GT. Sehingga sifatnya nelayan dengan daya tangkap mikro.

Bandara Juanda Berlakukan Parkir Progresif, Inilah Rincian Tarif Terbaru untuk Motor dan Mobil

Untuk itu, bagi yang memiliki mesin diatas spesifikasi ini belum bisa menerima bantuan dari program ini.

Seharusnya para nelayan yang sudah menerima bantuan untuk manfaatkan sebaik baiknya.

"Bantuan ini nilainya tidak kecil. Sekitar Rp 11 juta per unit. Mulai dari mesin hingga tabung pengisiannya," jelas Eni.

Rencananya, Januari 2018 nanti, Lembaga penerbangan dan Antariksa( LAPAN) akan turun ke Lamongan dan Gresik dalam rangka pelatihan dan penyerahan bantuan alat deteksi ikan bagi nelayan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved