Warga Aryojeding Tulungagung Getol Menolak Mesin Penyedot Pasir, Ini Alasannya

Kejadian itu buntut dari sikap Daman, yang menolak tambang pasir mekanik di Sungai Brantas yang melintas di desanya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Warga menduduki lokasi pengerukkan pasir di Rolak 70 Kecamatan Kunjang, Kabuupaten Kediri, Senin (9/20/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Seorang warga Dusun Kedung Manten, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, bernama Daman (45) diancam disembelih oleh preman.

Kejadian itu buntut dari sikap Daman, yang menolak tambang pasir mekanik di Sungai Brantas yang melintas di desanya.

Warga Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan memang dikenal getol menolak tambang pasir yang menggunakan mesin penyedot di sepanjang Sungai Brantas. Padahal di desa ini dulunya banyak beroperasi mesin penyedot pasir.

Seorang Ketua RT di Dusun Kedung Manten, Suwito mengatakan, dampaknya sedotan pasir sangat buruk. Permukaan sumur di rumah warga turun dari 12 meter, menjadi 15 meter.

Karena itu seluruh warga membuat kesepakatan untuk melindungi Sungai Brantas di Desa Aryojeding.

Bentuknya, seluruh kegiatan penambangan pasir mekanik dilarang di sepanjang desa ini. Kesepakatan ini juga dituangkan dalam peraturan desa.

“Sebenanrya yang melarang bukan Pak Daman sendiri. Tapi seluruh warga desa memang sudah bersepakat, tidak boleh ada lagi sedotan pasir,” tegas Suwito.

Suwito khawatir, jika sedotan pasir diteruskan warga Aryojeding semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab dengan kedalaman permukaan air 15 meter, dibutuhkan usaha ekstra untuk mengangkat ke permukaan.

"Larangan mesin penyedot pasir ini untuk kebaikan bersama. Karena semua warga sudah merasakan dampak negatifnya," tambah Suwito.

Kini Suwito dan warga lain siap mendampingi Daman melapor ke polisi. Daman adalah seorang warga yang diintimidasi enam preman, karena menghentikan aktivitas penyedotan pasir di Sungai Brantas.

Baca: Bentuk Poros Koalisi Baru, Gerindra Masih Tunggu Demokrat

Telepon genggam Daman bahkan dibanting hingga hancur. Seorang pelaku juga mengintimidasi, dengan gerakan menyembelih di leher belakang Daman menggunakan bagian belakang sebilah arit.

"Apa yang dilakukan Pak Daman sejalan dengan perjuangan warga. Pelaku sempat mengancam, kalau ketemu di jalan akan dibacoki dan mereka masih berkeliaran di desa kami,” pungkas Suwito.

Ada tiga desa di Kecamatan Rejotangan yang dilalui Sungai Brantas. Masing-masing Desa Rejotangan, Desa Buntaran dan Desa Aryojening. Di tiga desa ini, ada sekitar 30 tambang pasir yang menggunakan mesin penyedot.


Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved