Butet dan Komunitas Jalan Kaki, Akan Bakar Kalori di Perkebenunan Banyuwangi

"Awal Oktober saya ke sini kan untuk bekerja. Tapi kali ini saya datang lagi untuk jalan-jalan," kata Butet, ‎Kamis (9/11/2017).

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Haorrahman
Butet Kartaredjasa saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di Pemkab Banyuwangi. ? 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Aktor kenamaan Butet Kartara‎djasa, kembali lagi ke Banyuwangi. Kali ini seniman kawakan itu mengajak teman-temannya untuk datang ke Banyuwangi.

Awal Oktober lalu, Butet datang ke Banyuwangi untuk menjadi pembawa acara Ijen Jazz Sumer.

Kini Butet membawa teman-temannya yang bergabung di Sarekat Ngobong Kalori, Yogyakarta, untuk jalan kaki di desa-desa Banyuwangi.

"Awal Oktober saya ke sini kan untuk bekerja. Tapi kali ini saya datang lagi untuk jalan-jalan," kata Butet, ‎Kamis (9/11/2017).

Butet mengatakan saat ke Ijen Jazz Summer, seniman asal Yogyakarta itu sempat jalan-jalan ke berbagai desa seperti Tamansari, Banjarsari dan lainnya.

"Waktu itu saya sempat jalan-jalan, dan melihat pemandangan dan suasana yang enak. Jadi saya putuskan untuk mengajak teman-teman saya dari Sarekat Ngobong Kalori, datang ke Banyuwangi," kata Butet.

Sarekat Ngobong Kalori merupakan komunitas jalan kaki, yang anggotanya dari berbagai kalangan dan usia. Ada dari pelukis, perupa, dan berbagai profesi lainnya. Bahkan ada anggota yang usianya 66 tahun.

Butet bersama sekitar 30 orang berjalan kaki menelusuri pedesaan selama tiga hari, di Tamansari, Banjarsari, dan Kalipait.

"Tiap hari kami jalan kaki di p‎edesaan minimal 25 kilometer. Jadi kalau tiga hari, 75 kilometer," kata seniman berusia 56 tahun tersebut.

Butet mengatakan Banyuwangi memiliki banyak sesuatu yang unik, dan cocok untuk jalan kaki. Artis yang memiliki nama lengkap Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa itu mengatakan, desa-desa di Banyuwangi memiliki variasi kontur tanah yang bermacam-macam.

"Kontur tanahnya bervariasi dan tidak terlalu ekstrim. Sehingga cocok untuk berbagai usia, terutama kami yang usianya sudah tak lagi muda," kata Butet.

Butet mengatakan Sarekat Ngobong Kalori biasanya lebih banyak jalan kaki di Yogyakarta. Namun setelah melihat suasana desa di Banyuwangi, Butet akhirnya mengajak komunitasnya untuk jalan-jalan di Banyuwangi.

Salah satu peserta asal Bali, Jehnsen, mengaku mendapat pengalaman baru setelah mengelilingi desa-desa di Banyuwangi.

"Banyuwangi ini memiliki potensi yang luar biasa. Saya mendapat pengalaman unik dan menyenangkan," kata Jehnsen.

Baca: Polisi Gerebek Home Industri Obat Terlarang di Surabaya, Empat Orang Tersangka Ikut Terciduk

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved